Bayang-bayang runner-up mengintai, Arteta ajak pemain Arsenal bercermin dan bangkit di Liga Inggris

Inapos, JAKARTA -- Wajah Mikel Arteta tampak muram saat meninggalkan Stadion Molineux, Kamis (19/2/2026) dini hari WIB. Arsenal baru saja membuang keunggulan dua gol dan dipaksa bermain imbang 2-2 oleh...

Inapos – , JAKARTA — Wajah Mikel Arteta tampak muram saat meninggalkan Stadion Molineux, Kamis (19/2/2026) dini hari WIB. Arsenal baru saja membuang keunggulan dua gol dan dipaksa bermain imbang 2-2 oleh Wolverhampton Wanderers.

Bukan sekadar kehilangan dua poin, the Gunners juga kehilangan kendali penuh dalam perburuan gelar Liga Primer Inggris. Sebab, Manchester City bisa menyalip the Gunners kapan saja pada sisa musim 2025/2026 ini.

Arteta tak mencari kambing hitam. Ia justru membuka ruang kritik selebar-lebarnya. “Pendapat apa pun harus diterima. Setiap kritik, terima saja, karena kami tidak tampil sesuai level yang dibutuhkan,” ujarnya, dikutip dari BBC.

Bagi pelatih asal Spanyol itu, timnya pantas disorot. Arsenal unggul 2-0 dan memegang kendali penuh laga. Namun pada babak kedua, intensitas menurun drastis. Wolves membaca tekanan besar yang sedang menggelayuti The Gunners dan memanfaatkannya tanpa ampun.

“Beberapa hal mendasar yang harus kami lakukan, kami melakukannya dengan sangat buruk, satu demi satu,” kata Arteta. Ia bahkan menyebut hasil ini sebagai kekalahan yang layak diterima secara performa, meski secara skor hanya imbang.

Data pun berbicara tegas. Pada 2026, Arsenal sudah tujuh kali kehilangan poin dari posisi unggul. Hanya dua tim yang lebih buruk dalam statistik tersebut.

Dalam lima laga liga terakhir saat sempat memimpin, tiga di antaranya gagal dimenangkan. Sebuah pola yang mengkhawatirkan pada fase krusial musim.

 

Tekanan makin terasa karena di belakang mereka, Manchester City terus membayangi. Jika City menyapu bersih sisa laga, termasuk duel langsung melawan Arsenal, gelar bisa berpindah tangan. City menyisakan 12 laga, sementara Arsenal 11 gim.

Saat ini, Arsenal unggul lima poin, tapi bisa berubah jadi dua jika City menenangkan laga pekan ke-27 kontra Newcastle United, Ahad (22/2/2026) dini hari WIB. Untuk kali pertama musim ini, takdir juara tak sepenuhnya berada di tangan Arteta dan anak asuhnya.

Penyerang andalan, Bukayo Saka, juga tak menutup kekecewaan. “Kami menurunkan standar kami secara drastis dan kami dihukum karenanya,” ujarnya.

Saka yang baru meneken kontrak lima tahun dan mencetak gol pembuka, hanya bisa menyaksikan drama akhir laga dari pinggir lapangan setelah ditarik keluar pada menit ke-73.

Arsenal kini hanya memenangi dua dari tujuh laga liga terakhir. Permainan solid the Gunners seperti menguap. Bayang-bayang tiga musim terakhir selalu finis runner-up, dua di antaranya dikalahkan Man City, kembali hadir. Lawan sama siap mengubur mimpi mereka untuk keempat kalinya secara beruntun.

Arteta sadar, waktu untuk meratap nyaris tak ada. Derbi London Utara melawan Tottenham sudah menunggu. “Kita perlu melewati rasa sakit, bercermin, dan memahami apa yang dibutuhkan pada Ahad. Apa pun yang kita katakan sekarang tidak penting. Kami harus menunjukkannya di lapangan,” tegasnya.

Musim belum selesai. Namun, di titik inilah mental juara diuji. Jika Arsenal ingin mematahkan kutukan runner-up dan menjaga mimpi mengangkat trofi, mereka harus menemukan kembali standar terbaiknya, dimulai dari melawan Tottenham.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *