
Mantan pelatih legendaris Belanda, Patrick Kluivert, baru-baru ini mengungkapkan kerinduan mendalam untuk kembali menukangi Timnas Indonesia. Meski menyadari bahwa impian tersebut kini mustahil terwujud, perasaan itu mencerminkan betapa pengalaman melatih Garuda menyisakan kesan yang tak terlupakan bagi dirinya.
Masa bakti Patrick Kluivert di kursi kepelatihan Timnas Indonesia memang terbilang singkat, hanya sepuluh bulan, sebelum akhirnya diberhentikan oleh PSSI. Kegagalan krusial untuk membawa skuad Garuda melaju ke Piala Dunia 2026 menjadi alasan utama di balik keputusan pemecatan legenda sepak bola asal Belanda tersebut.
Penunjukan Kluivert sebagai nahkoda Timnas Indonesia pada Januari 2025, menyusul proses wawancara yang intensif di penghujung tahun 2024, sempat memicu kontroversi. Pasalnya, pada tahun yang sama saat Kluivert menjalani wawancara, PSSI diketahui telah memperpanjang kontrak pelatih sebelumnya, Shin Tae-yong, hingga tahun 2027. Meskipun demikian, Kluivert berhasil menduduki posisi strategis tersebut, menggantikan Shin Tae-yong, walau hanya untuk periode yang singkat.
Setelah lima bulan menganggur pasca pemecatannya oleh PSSI, Patrick Kluivert kini telah menemukan babak baru dalam kariernya, meski bukan di ranah kepelatihan sepak bola. Ia didapuk sebagai duta besar untuk Cruyff Foundation dan baru saja meresmikan sebuah lapangan sepak bola inovatif yang diberi nama Cruyff Court Patrick Kluivert pada hari Rabu, 18 Februari 2026.
Dalam kesempatan peresmian tersebut, Kluivert tak dapat menahan diri untuk berbagi perasaannya tentang pengalaman melatih Timnas Indonesia, sebuah periode yang ia gambarkan sebagai “luar biasa” dan penuh kesan mendalam.
Patrick Kluivert Kalah Level, Pandit Malaysia Sebut Timnas Indonesia Akan Lebih Baik di Tangan John Herdman
Dengan jujur, Kluivert mengakui bahwa jauh di lubuk hatinya, ia masih memiliki keinginan kuat untuk melanjutkan tugas melatih skuad Merah Putih. Namun, ia juga realistis, menyadari bahwa peluang tersebut kini telah tertutup. “Saya ingin sekali melanjutkan, tetapi itu tidak memungkinkan,” ujarnya kepada Voetbal Primeur, menunjukkan sedikit nada penyesalan.
Bagi Kluivert, pengalaman melatih Timnas Indonesia adalah sebuah “kegilaan” dalam konotasi positif. Ia terpukau melihat intensitas kecintaan masyarakat Indonesia terhadap sepak bola, yang menurutnya melampaui batas kewajaran. “Sungguh fantastis, saya belum pernah bekerja dalam kegilaan seperti ini,” ungkapnya. Mantan striker legendaris itu menggambarkan bagaimana “tiga ratus juta orang benar-benar tergila-gila pada sepak bola.” Ia meyakini telah bekerja dengan fantastis selama masa jabatannya, namun tetap menyayangkan satu hal: kegagalan membawa Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026. “Tetapi sayangnya, saya tidak mencapai apa yang kami inginkan,” tambahnya, merujuk pada target ambisius tersebut.
Pengamat Asal Malaysia Berani Jamin John Herdman Tidak Akan Bernasib Seperti Patrick Kluivert
Estafet kepelatihan Timnas Indonesia kini telah beralih ke tangan John Herdman, seorang pelatih berpaspor Inggris yang sebelumnya sukses menukangi Timnas Kanada. Jika ditilik dari segi pengalaman kepelatihan, rekam jejak Herdman jauh lebih mentereng dibandingkan Kluivert, meskipun ia tidak memiliki latar belakang sebagai pemain profesional. Kiprah Herdman yang paling mencolok adalah kemampuannya membawa dua tim nasional Kanada, baik putra maupun putri, berlaga di ajang Piala Dunia. Prestasi inilah yang kini menjadi harapan besar bagi publik sepak bola Indonesia, agar dapat terulang bersama skuad Garuda di panggung internasional.
Debut Herdman bersama skuad Garuda dijadwalkan akan tersaji pada Maret 2026, dalam ajang bergengsi FIFA Series 2026. Dalam pertandingan perdananya, Timnas Indonesia akan langsung menghadapi tantangan dari Saint Kitts and Navies, dengan misi penting memperebutkan satu tempat di babak final. Momen ini tentu dinantikan dengan penuh antusiasme oleh para penggemar sepak bola di Tanah Air.
Ringkasan
Patrick Kluivert, mantan pelatih legendaris Belanda, mengungkapkan kerinduan mendalam untuk kembali menukangi Timnas Indonesia, meskipun ia sadar hal itu mustahil. Masa baktinya hanya sepuluh bulan dan berakhir setelah PSSI memecatnya karena kegagalan membawa skuad Garuda lolos ke Piala Dunia 2026. Kluivert, yang menggantikan Shin Tae-yong, menggambarkan pengalamannya melatih Indonesia sebagai “luar biasa” dan terpukau dengan gairah sepak bola masyarakatnya, namun ia menyayangkan tidak berhasil mencapai target Piala Dunia.
Setelah pemecatannya, Kluivert kini telah menemukan peran baru sebagai duta besar untuk Cruyff Foundation. Estafet kepelatihan Timnas Indonesia kini dipegang oleh John Herdman, pelatih asal Inggris yang memiliki rekam jejak sukses membawa Timnas Kanada ke Piala Dunia. Debut Herdman bersama Timnas Indonesia dijadwalkan pada Maret 2026 dalam ajang FIFA Series 2026.