PSIS kena banned FIFA dan turun kasta, penyebab Pratama Arhan membelot ke Persija?

Drama di balik transfer Pratama Arhan ke Persija Jakarta timbulkan luka bagi eks CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi yang sakit hati.

Inapos Rentetan situasi yang diduga menyebabkan Pratama Arhan lebih memilih gabung Persija Jakarta ketimbang kembali ke PSIS Semarang. 

Transfer Pratama Arhan ke Persija Jakarta masih belum bisa diterima sejumlah pihak, terutama tokoh klub lama yang pernah ia bela sebelumnya.

Mantan CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi sampai muncul ke melalui media sosialnya mengungkap rasa tidak terima terhadap transfer Arhan ke Persija. 

Yoyok menegaskan bahwa ia dengan Arhan memiliki perjanjian tertulis bahwa sang pemain hanya boleh kembali ke PSIS jika sudah tidak berkarier di luar negeri. 

Ia mengklaim perjanjian itu telah ditandatangani olehnya dan Arhan, sehingga keputusannya gabung Persija dipertanyakan Yoyok Sukawi. 

“Bahwa sejatinya antara saya dan Arhan memang ada perjanjian tertulis bahwa Arhan boleh bebas berkarier ke luar negeri,” kata Yoyok Sukawi.

“Saya akan melepas dengan ikhlas tanpa kompensasi transfer satu rupiah pun dan nanti apabila kontrak di luar negeri telah selesai dan bermaksud untuk berkarier kembali ke Indonesia, Arhan wajib kembali ke PSIS Semarang,” imbuhnya. 

Yoyok bahkan menunjukkan bukti surat perjanjian yang ia tandatangani bersama Arhan pada 21 Januari 2022, oleh karena itu ia mengklaim telah dikhianati. 

Ia pun mengaku kecewa dengan Arhan tapi tetap berusaha mendukung dengan mendoakan sang pemain agar meraih kesuksesan di klub barunya. 

Emosionalnya Pratama Arhan Bisa Lebaran di Indonesia, Bersyukur Meski Ada yang Kurang

“Meski sebenarnya saya kecewa dan hati kecil saya ingin tetap Arhan kembali ke PSIS, tapi apapun itu saya mendoakan Arhan agar sukses dimanapun berada,” kata Yoyok Sukawi lagi. 

Belum ada pernyataan resmi atau respons balik dari Pratama Arhan atau Persija Jakarta mengenai hal ini, namun sejumlah situasi jadi sorotan. 

Hasil pantauan Superball.id terdapat beberapa situasi yang disorot netizen dan diduga menjadi alasan Arhan memilih tidak kembali ke PSIS Semarang. 

PSIS Dibanned FIFA

PSIS terkena sanksi FIFA berupa larangan pendaftaran pemain baru (registration ban) selama tiga periode bursa transfer secara berturut mulai akhir Mei 2026. 

Sanksi ini didapat PSIS akibat sengketa pemutusan kontrak pemain asing pada tahun 2025 dan masalah tunggakan gaji.

Jika mengacu banned ini, andai Arhan kembali ke PSIS ia tidak dapat didaftarkan sebagai pemain baru untuk musim 2026/2026 sebelum sengketa selesai. 

Publik pun bertanya maksud Yoyok Sukawi mengungkap perjanjiannya dengan Arhan ke publik di saat jalan kembali ditutup sendiri oleh PSIS. 

Kasta Championship / Liga 2

PSIS turun kasta ke Liga 2 pada 11 Mei 2025, saat ini klub berjuluk Laskar Mahesa Jenar tersebut akan bersaing di kasta kedua sepak bola nasional pada musim 2026/2027.

Persib Vs Bangkok United – Wejangan Bojan Hodak Lawan Klub Pratama Arhan

Meski di bawah komando pelatih berkelas seperti Widodo Cahyono Putro, kasta kedua kompetisi tentu bukan level pemain tim nasional seperti Arhan. 

Dalam situasi ini Persija unggul telak, tak hanya berpotensi menjadi pesaing gelar Super League musim 2026/2027 tapi juga asa tampil di turnamen internasional. 

Dukungan Publik

Tak sedikit yang membela Pratama Arhan, memberikan dukungan penuh agar sang pemain kembali ke top performa bersama Persija. 

Selain itu, masyarakat Tanah Air juga mendoakan kesuksesan PSIS di Liga 2 hingga kembali ke kasta teratas kompetisi. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *