Demonstrasi di Yogyakarta Ricuh, Malioboro Tetap Dipadati Wisatawan

Sejumlah pertokoan dan pusat perbelanjaan di kawasan Malioboro buka seperti biasa.

SUASANA ricuh akibat demonstrasi di Markas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Jumat malam, 29 Agustus 2025 tak berdampak pada situasi di kawasan Malioboro. Pantauan Tempo, kawasan yang menjadi destinasi utama wisatawan saat datang ke Yogyakarta itu tampak ramai dan kondusif.

Area markas Polda DIY yang menjadi pusat demonstrasi berada di ring road utara, persisnya seberang Pakuwon Mall di Kabupaten Sleman. Adapun kawasan Malioboro berada di pusat Kota Yogyakarta, yang berjarak kurang lebih 10 kilometer atau 20-25 menit perjalanan jika arus lancar.

Surga Buku di Desa Wisata Karangrejek

Sejumlah pertokoan dan pusat perbelanjaan di kawasan Malioboro juga buka seperti biasa. Kendaraan pelat nomor luar Yogyakarta tampak berjejal di ruas-ruas jalan yang menjadi akses masuk Malioboro.

“Situasi Malioboro biasa saja, ramai seperti akhir pekan,” ujar Shava Nuansa, 32, warga Bugisan, Wirobrajan, Kota Yogyakarta yang baru pulang kerja malam itu.

Meski demikian, menurutnya, ricuh yang terjadi di Polda DIY cukup ramai disorot di platform-platform media sosial Yogyakarta. “Demo di Polda DIY dampaknya hanya di sekitar kawasan itu seperti ring road utara,” kata dia.

Situasi Mencekam

Situasi mencekam saat demonstrasi di area Polda DIY terjadi ketika ribuan massa dalam aksi itu membakar sejumlah obyek di lokasi. Obyek yang dibakar antara lain dua kendaraan milik Polda DIY, water barrier, Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), hingga pos polisi lalu lintas di area Condong Catur yang tak jauh dari Polda DIY.

Area ring road utara pun lumpuh total. Akses kendaraan yang hendak masuk jalan lingkar itu ditutup dengan truk. Pertokoan di sekitar Polda DIY juga Pakuwon Mall tampak tutup lebih awal dan karyawan dipulangkan. Meski demikian, kericuhan itu tak sampai merembet ke mana-mana, hanya terpusat di Polda DIY.

Aksi massa di area Polda DIY itu sendiri berlangsung lebih dari lima jam sejak jelang magrib hingga tengah malam. Kobaran api di jalanan ring road utara yang berasal dari water barrier yang dibakar massa turut menambah situasi kian panas.

Selama aksi berlangsung dari massa demonstran melempari Polda DIY dengan petasan. Sedangkan dari kepolisian berusaha membubarkan massa berulang kali dengan tembakan gas air mata.

Aksi massa yang digelar Aliansi Jogja Memanggil itu mendesak usut tuntas represivitas polisi dan hukum mati untuk penabrak Affan Kurniawan di Jakarta, korban ricuh Kanjuruhan di Malang, hingga Gamma di Semarang. Massa juga menuntut penerapan pajak progresif atau pajak untuk orang kaya dan cabut kenaikan PBB.

Robot-robot Daur Ulang Pemikat Anak di Artjog 2025 Bagaimana Warga Mrican Mengubah Kampung Kumuh Menjadi Asri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *