Category Bisnis

Menyajikan informasi seputar perkembangan ekonomi, tren pasar, investasi, perbankan, serta tips dan analisis dunia bisnis.

IHSG melemah 1,04% ke 8.235 pada Kamis (26/2/2026), NCKL, EXCL, MDKA top losers LQ45

Inapos - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 86,96 poin atau 1,04% ke 8.235,26 pada akhir perdagangan Kamis (26/2/2026). Sebanyak 146 saham naik, 568 saham turun dan 105 saham stagnan. Seluruh indeks sektoral melemah, mengikuti pelemahan IHSG. Indeks sektoral dengan pelemahan terdalam adalah sektor transportasi yang turun 4,54%, sektor barang konsumen siklikal yang turun 2,59% dan sektor infrastruktur yang turun...

BEI Rombak Indeks Economic 30: Lima Saham Baru Masuk, Cek Prospek & Rekomendasinya

Inapos - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) merilis hasil evaluasi mayor konstituen indeks Economic 30 pada awal pekan ini. Dalam rebalancing terbaru, terdapat lima saham baru yang masuk ke dalam indeks tersebut, sementara lima saham lainnya dikeluarkan. Komposisi baru ini berlaku efektif mulai 2 Maret hingga 31 Agustus 2026. Lima emiten yang masuk ke indeks Economic 30 adalah PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB), PT Sentul City Tbk (BKSL), PT...

Kinerja reksadana saham syariah melejit 26,7%, investor bisa cuan besar!

Inapos - JAKARTA. Kinerja reksadana saham syariah menunjukkan lonjakan signifikan di awal 2026. Sejumlah faktor, mulai dari kondisi makroekonomi hingga fundamental emiten yang solid, menjadi pendorong utama penguatan return produk investasi berbasis syariah ini. Berdasarkan data Infovesta per 13 Februari 2026, indeks reksadana saham syariah mencatat return tertinggi dibanding jenis reksadana lain, yakni 26,7% secara tahunan (YoY). Kinerja...

Minat investor terhadap SBN terbatas, imbal hasil dinilai kurang kompetitif

Inapos – JAKARTA. Minat investor ritel terhadap Surat Berharga Negara (SBN) diperkirakan masih terbatas. Hal ini terlihat dari rendahnya serapan Obligasi Ritel Indonesia (ORI) seri ORI029, yang baru mencapai 53,36% dari target pemerintah sebesar Rp 25 triliun. Ekonom Yanuar Rizky menilai, berkurangnya minat investor dipengaruhi oleh tingkat kupon yang dianggap kurang menarik bila dibandingkan dengan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap...

Saham big banks bergerak variatif Rabu (25/2), BBRI pimpin penguatan

Inapos - JAKARTA. Kinerja saham emiten perbankan besar atau big banks bergerak variatif pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (25/2/2026) pukul 16.00 WIB. Tiga saham bank pelat merah dan swasta besar ditutup di zona hijau, sementara satu emiten terkoreksi. Kenaikan harga tertinggi terjadi pada saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), sedangkan penguatan paling tipis dialami PT Bank Negara Indonesia...

Ramai emiten ganti pengendali di tahun 2026, berikut aturan lengkap dari BEI

Inapos - JAKARTA. Sejumlah emiten di pasar modal Indonesia memasuki fase baru pada 2026 seiring maraknya pergantian pemegang saham pengendali. Dalam konteks ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan adanya sejumlah ketentuan yang wajib dipatuhi perusahaan tercatat. Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan dalam hal informasi material, Peraturan BEI Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi (Peraturan...

TPIA siap penuhi free float 15%, simak rekomendasi sahamnya

Inapos - JAKARTA. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) buka suara terkait peningkatan porsi saham kepemilikan publik atau free float menjadi 15%. Emiten Grup Barito milik konglomerat Prajogo Pangestu ini menegaskan kesiapan untuk memenuhi ketentuan tersebut, meski dalam realisasinya masih memerlukan waktu. Direktur Sumber Daya Manusia & Urusan Korporat Chandra Asri Pacific, Suryandi memastikan TPIA siap mematuhi arahan dari Otoritas Jasa...

Grup Salim divestasi saham Bangun Kosambi Sukses (CBDK) hingga di bawah 1%

Inapos - JAKARTA. Grup Salim kembali melepas kepemilikan sahamnya di PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK). Kepemilikan mereka bahkan dilepas hingga di bawah 1%. Melansir keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Tunas Mekar Jaya melakukan divestasi saham CBDK secara bertahap pada bulan Februari 2026. Sebelum transaksi, perusahaan afiliasi Grup Salim ini punya 77,51 juta saham CBDK yang setara dengan 1,37%. Setelah transaksi,...