Inapos – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan Kamis (26/2/2026) dengan tekanan signifikan, melorot sebanyak 86,96 poin atau setara 1,04%. Penutupan IHSG berada pada level 8.235,26, mencerminkan sentimen negatif yang mendominasi pasar saham pada hari tersebut.
Pelemahan ini terasa luas di seluruh bursa, ditandai dengan mayoritas saham yang bergerak ke zona merah. Tercatat, sebanyak 568 saham mengalami penurunan, jauh melampaui 146 saham yang berhasil menguat. Sementara itu, 105 saham lainnya terpantau stagnan, tidak mengalami perubahan harga yang berarti.
Seluruh indeks sektoral tak luput dari koreksi, mengikuti tren pelemahan IHSG secara keseluruhan. Sektor transportasi menjadi penekan terdalam dengan anjlok 4,54%, menunjukkan dampak signifikan pada saham-saham di dalamnya. Diikuti oleh sektor barang konsumen siklikal yang tergelincir 2,59%, serta sektor infrastruktur yang juga terkoreksi cukup dalam sebesar 2,41%.
Meskipun pasar ditutup melemah, aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia tetap bergairah. Total volume transaksi mencapai 56,04 miliar saham, dengan nilai transaksi harian yang fantastis sebesar Rp 27,61 triliun. Angka ini mencerminkan tingginya minat investor, baik untuk melepas maupun mengakumulasi saham di tengah fluktuasi pasar.
Rupiah Berpotensi Bergerak Fluktuatif pada Jumat (27/2), Ini Proyeksinya
Di tengah gejolak pasar, beberapa saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45 berhasil mencatatkan kinerja positif. Tiga emiten dengan kenaikan tertinggi hari ini adalah PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) yang menguat 2,28%, diikuti oleh PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dengan kenaikan 1,61%, dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang naik 1,39%.
Sebaliknya, indeks LQ45 juga diwarnai oleh deretan saham yang mengalami tekanan jual signifikan. PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) memimpin daftar penurunan dengan anjlok 5,56%. Disusul oleh PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) yang melemah 5,36%, dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dengan koreksi 4,71%.
Ringkasan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Kamis (26/2/2026) dengan pelemahan signifikan 1,04% ke level 8.235,26. Penurunan ini terjadi secara meluas, ditandai dengan 568 saham yang melemah dan koreksi di seluruh indeks sektoral, di mana sektor transportasi anjlok terdalam 4,54%. Meskipun pasar melemah, aktivitas perdagangan tetap bergairah dengan nilai transaksi mencapai Rp 27,61 triliun.
Saham-saham unggulan dalam indeks LQ45 turut merasakan tekanan, dengan NCKL memimpin penurunan sebesar 5,56%, diikuti EXCL 5,36% dan MDKA 4,71%. Namun, beberapa emiten seperti INDF, CPIN, dan TLKM berhasil mencatatkan kenaikan positif pada hari tersebut.