Rheza Amikom Meninggal: Luka Misterius, Kampus Tunggu Penjelasan!

Amikom Soal Mahasiswa Meninggal Penuh Luka: Kampus Menanti Kronologi Lengkap #focus #demoricuh #news #text

Dunia kampus Universitas Amikom Yogyakarta berduka atas meninggalnya Rheza Sendy Pratama, seorang mahasiswa Ilmu Komunikasi, pada Minggu (31/8). Rheza ditemukan dalam kondisi penuh luka, yang diduga kuat akibat penganiayaan saat ia mengikuti sebuah aksi di kawasan depan Polda DIY pada pagi hari itu.

Wakil Rektor Universitas Amikom Yogyakarta, Achmad Fauzi, menyatakan bahwa pihak universitas belum memiliki informasi pasti terkait kronologi insiden tragis yang menimpa Rheza. Fauzi menjelaskan bahwa peristiwa tersebut tidak berada dalam pantauan langsung pihak kampus, sehingga mereka belum dapat memberikan keterangan yang detail dan akurat mengenai kejadian sesungguhnya. Informasi awal baru diterima pada siang hari, setelah pemakaman Rheza Sendy Pratama.

Lebih lanjut, Fauzi menegaskan bahwa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Amikom tidak secara resmi terlibat dalam aksi yang berlangsung semalam hingga pagi hari di depan Polda DIY. “Kemungkinan ini personal,” ujarnya, mengindikasikan bahwa partisipasi Rheza dalam aksi tersebut kemungkinan atas inisiatif pribadi.

Pihak Amikom sangat berharap agar kepolisian dapat segera memberikan informasi yang komprehensif dan jelas terkait peristiwa yang dialami Rheza. Meskipun kejadian ini terjadi di luar pengawasan dan kendali langsung kampus, Fauzi menegaskan bahwa sebagai mahasiswa Amikom, insiden ini tetap harus diinvestigasi secara mendalam oleh pihak universitas. Hal ini demi mengungkap kebenaran di balik meninggalnya Rheza Sendy Pratama.

Video Beredar

Sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan Rheza Sendy Pratama tengah beraksi pada pagi hari yang sama. Dalam rekaman tersebut, Rheza terlihat mengendarai sepeda motor di Jalan Ringroad, di sekitar depan Polda DIY, membonceng seseorang yang membawa kayu. Mereka tampak menerjang barisan aparat kepolisian, sebuah adegan yang menjadi sorotan publik.

Mengenai video tersebut, Alvito Afriansyah, Ketua BEM Universitas Amikom Yogyakarta, mengonfirmasi bahwa sosok pengemudi sepeda motor dalam video itu memang adalah Rheza. Alvito menjelaskan, “Ya perihal itu bahwa memang betul itu adalah korban yang kita sama-sama lihat di video korban tertinggal pada saat aparat melemparkan gas air mata dan mungkin insiden itu terjadi pada saat itu.” Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa insiden penganiayaan mungkin terjadi saat kekacauan pasca-pelemparan gas air mata.

Identifikasi Rheza dalam video tersebut salah satunya dikonfirmasi melalui sepeda motor yang digunakannya. “Dari motor dan itu kami dapatkan informasi dari teman sekelas bahwa yang memvalidasi bahwa benar memang itu saudara Rheza,” jelas Alvito. Namun, Alvito menyatakan bahwa identitas orang yang dibonceng Rheza masih belum diketahui secara pasti, meskipun informasinya menyebutkan bahwa yang bersangkutan bukan mahasiswa Amikom. Saat ini, pihak BEM masih terus mengumpulkan fakta-fakta di lapangan untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap dan jelas mengenai seluruh rangkaian peristiwa tragis tersebut.

Ringkasan

Rheza Sendy Pratama, seorang mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Amikom Yogyakarta, meninggal dunia pada Minggu (31/8) setelah ditemukan dengan luka parah yang diduga akibat penganiayaan saat mengikuti aksi di depan Polda DIY. Wakil Rektor Amikom, Achmad Fauzi, menjelaskan bahwa pihak kampus belum memiliki informasi pasti mengenai kronologi kejadian karena tidak dalam pantauan langsung mereka. Fauzi juga menegaskan bahwa BEM Amikom tidak terlibat secara resmi dalam aksi tersebut, mengindikasikan partisipasi Rheza kemungkinan bersifat personal.

Sebuah video yang beredar menunjukkan Rheza mengendarai motor dengan seseorang membawa kayu, menerjang aparat di lokasi kejadian. Ketua BEM Amikom, Alvito Afriansyah, mengonfirmasi Rheza sebagai pengemudi dan menduga insiden penganiayaan terjadi setelah pelemparan gas air mata. Pihak universitas sangat berharap kepolisian dapat memberikan informasi komprehensif dan jelas, serta berkomitmen untuk menginvestigasi insiden tragis ini secara mendalam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *