Inapos – Sebuah fakta menarik datang dari keluarga bintang Timnas Indonesia, Pratama Arhan. Sang kakak kandung, Dimas Roni Saputra, yang akrab disapa Dimas Saputra, ternyata merumput di kompetisi sepak bola kasta tertinggi, Super League, untuk musim 2025-2026.
Seperti dilansir oleh TribunWow.com, Dimas Saputra merupakan seorang gelandang bertahan yang kini membela panji Semen Padang. Berbeda dengan adiknya, Pratama Arhan, yang saat ini meniti karier profesional di Thailand bersama Bangkok United sebagai bek kiri, Dimas Saputra memilih untuk berkiprah di tanah air.
Perjalanan karier Dimas Saputra diawali dari Sekolah Sepak Bola (SSB) sebelum bergabung dengan Persikaba Blora pada 1 Juli 2015. Setelah beberapa waktu bermain di tanah kelahirannya, Blora, Jawa Tengah, Dimas Saputra kemudian melanjutkan petualangannya bersama Persipur Purwodadi mulai 1 Juli 2018.
Lahir di Blora pada 15 September 1996, Dimas Saputra kini berusia 28 tahun, terpaut lima tahun dari sang adik, Pratama Arhan. Dengan kaki dominan kanan, ia dikenal sebagai pemain dengan posisi gelandang bertahan, sebuah peran krusial yang menuntut kekuatan fisik dan visi bermain.
Setelah membela Persipur Purwodadi, karier Dimas Saputra terus berlanjut. Ia bergabung dengan Persibo Bojonegoro pada tahun 2021, sebelum akhirnya pindah ke PSM Madiun pada 1 Juli 2022. Dari PSM Madiun, pemain ini kemudian merapat ke tim Kabau Sirah, Semen Padang, pada 3 September 2023, dengan status bebas transfer.
Kiprah Dimas Saputra di Semen Padang diperkuat dengan perpanjangan kontrak yang baru saja diteken pada 17 Juni 2025, yang akan mengikatnya hingga 31 Mei 2026. Saat ini, menurut data terbaru per 29 Mei 2025, harga pasar Dimas Saputra tercatat mencapai angka Rp 869,08 juta.

Meski memiliki nilai pasar yang cukup menjanjikan dan bermain di Super League, perjalanan Dimas Saputra di Semen Padang sejauh ini menghadapi tantangan besar. Ia kerap kali disebut sebagai “camat” atau cadangan mati, karena minimnya kesempatan bermain yang diberikan oleh pelatih.
Catatan statistik menunjukkan bahwa pada musim 2024-2025, Dimas Saputra hanya diberi kesempatan tampil sebanyak 8 kali di Super League, dengan total 371 menit bermain. Sementara itu, pada musim sebelumnya, 2023-2024, saat Semen Padang masih berkompetisi di Liga 2, ia bermain dalam 7 pertandingan, mencetak 1 gol, dan mengumpulkan 525 menit bermain.
Bahkan, di musim 2025-2026 ini, hingga pekan keempat, Dimas Saputra belum sekalipun dimainkan oleh pelatih Semen Padang, Eduardo Almeida. Ia harus bersaing ketat dengan sejumlah gelandang lain yang lebih dipercaya, seperti Rosad Setiawan, Ripal Wahyudi, hingga Alhassan Wakaso, yang membuatnya seringkali terpinggirkan dari skuad utama.
Profil Dimas Saputra
Berikut adalah profil lengkap Dimas Saputra, seperti dikutip dari data transfermarkt:
- Nama Lengkap: Dimas Roni Saputra
- Tanggal Lahir / Umur: 15 September 1996 (28 tahun)
- Tempat Kelahiran: Blora, Indonesia
- Kewarganegaraan: Indonesia
- Posisi: Gelandang – Gelandang Bertahan
- Kaki Dominan: Kanan
- Klub Saat Ini: Semen Padang FC
- Bergabung Sejak: 3 September 2023
- Kontrak Berakhir: 31 Mei 2026
- Pilihan Kontrak: Hingga akhir musim
- Perpanjangan Kontrak Terakhir: 17 Juni 2025
- Harga Pasar: Rp 869,08 juta (per 29 Mei 2025)
Catatan Statistik di Semen Padang:
- Musim 2023/2024 (Liga 2): 7 Pertandingan, 1 gol, 1 kartu kuning, 525 menit bermain.
- Musim 2024-2025 (Super League): 8 Pertandingan, 1 kartu kuning, 371 menit bermain.
- Musim 2025-2026 (Super League): Belum ada catatan bermain.
Riwayat Transfer:
- Musim 2015/2016: Dari SSB ke Persikaba (1 Juli 2015, bebas transfer)
- Musim 2018/2019: Dari Persikaba ke Persipur (1 Juli 2018, bebas transfer)
- Musim 2021/2022: Dari Persipur ke Persibo (1 Juli 2021, bebas transfer)
- Musim 2022/2023: Dari Persibo ke PSM Madiun (1 Juli 2022, bebas transfer)
- Musim 2022/2023: Dari PSM Madiun ke Semen Padang (3 September 2023, bebas transfer)
(TribunWow.com/Lailatun Niqmah)
Ringkasan
Dimas Roni Saputra, kakak kandung Pratama Arhan, saat ini membela Semen Padang FC sebagai gelandang bertahan di kompetisi Super League untuk musim 2025-2026. Kontraknya diperpanjang hingga Mei 2026 dengan harga pasar mencapai Rp 869,08 juta.
Meskipun bermain di kasta tertinggi dan memiliki nilai pasar yang menjanjikan, Dimas kerap menghadapi minimnya kesempatan bermain dan dijuluki “cadangan mati”. Pada musim 2024-2025 ia hanya tampil 8 kali, dan hingga pekan keempat musim 2025-2026, ia belum diturunkan sama sekali oleh pelatih.