Keputusan wasit Candra dalam laga sengit antara Persebaya Surabaya dan Persib Bandung pada Jumat (12/9) menyulut kemarahan kapten Persebaya, Bruno Moreira. Protes keras dilayangkan atas pengesahan gol Persib yang dicetak oleh Uilliam Barros Perreira pada menit ke-53, sebuah insiden yang kini menjadi sorotan tajam di kancah sepak bola Indonesia.
Kontroversi ini berpusat pada momen krusial sebelum gol tercipta. Saat Persebaya tengah gencar membangun serangan, Uilliam Barros terlihat jelas menginjak kaki gelandang Francisco Rivera, menyebabkan sang pemain terjatuh. Ironisnya, dari situasi pelanggaran yang terabaikan tersebut, tim tamu Persib justru berhasil melancarkan serangan balik cepat yang berujung pada gol.
Hal yang paling disesalkan oleh kubu Persebaya dan para suporter setia, Bonek, adalah absennya tinjauan VAR (Video Assistant Referee) atas dugaan pelanggaran terhadap Francisco Rivera. Kekecewaan ini terekam jelas dalam unggahan akun penggemar, @persebayafans.27, yang mempertanyakan efektivitas teknologi tersebut: “Ini serius Var nya ga guna? Ketutupan air hujan? Sudah jelas di injak seperti ini loh,” bunyi postingan yang menggambarkan frustrasi mendalam.
Unggahan yang menampilkan momen penginjakan kaki tersebut turut dibagikan ulang oleh Bruno Moreira, yang kemudian meluapkan amarahnya. Pemain asing asal Brasil ini mengungkapkan kekesalan mendalamnya, “Lagi, lagi dan lagi… Benar-benar lelah karenanya! Gak akan pernah membaik melakukan hal seperti ini… Tidak pernah,” tulisnya, menegaskan bahwa insiden semacam ini terus-menerus terjadi dan merusak integritas pertandingan.
Keputusan wasit Candra yang dianggap kontroversial ini sontak menjadi buah bibir di berbagai platform diskusi sepak bola. Salah satu yang paling vokal adalah akun Instagram @forum_wasit_idn, yang secara terang-terangan menyayangkan keputusan sang pengadil lapangan untuk tidak melakukan pengecekan VAR pasca-terjadinya gol Uilliam Barros. Mereka berpendapat bahwa ini adalah kesalahan fatal yang seharusnya tidak terjadi.
Akun tersebut menegaskan bahwa wasit Candra telah melakukan kesalahan fatal. Seharusnya, gol tunggal Persib atas Persebaya dianulir, mengingat sebelum gol tercipta, ada situasi di mana Rivera tampak jelas diinjak oleh Uilliam—sebuah “stepping on an opponent” yang secara aturan adalah pelanggaran mutlak. Kesalahan ini menjadi titik krusial yang mengubah jalannya pertandingan.
Tak hanya pada wasit utama, kritik pedas juga dialamatkan kepada wasit VAR, Armyn Dwi Suryathin. Ia dinilai gagal menjalankan tugasnya untuk meninjau ulang kejadian sebelum terjadinya gol. “Wasit VAR, Armyn Dwi Suryathin seharusnya bisa teliti untuk melihat kebelakang kejadian sebelum terjadinya counter yang berujung gol. Agar bisa memberikan call terhadap wasit kalau ada pelanggaran sebelum gol terjadi,” demikian penjelasan dari akun yang sama, menyoroti pentingnya peran VAR dalam memastikan keadilan di lapangan hijau.
Kekalahan akibat keputusan kontroversial wasit ini membuat Persebaya gagal mempertahankan tren kemenangan beruntun mereka yang telah berjalan selama dua pertandingan. Kini, Tim Green Force di bawah asuhan Eduardo Perez harus segera mengalihkan fokus dan mempersiapkan diri untuk laga selanjutnya menghadapi Semen Padang pada Jumat (19/9), demi bangkit dari kekecewaan ini.
Ringkasan
Keputusan wasit Candra dalam laga Persebaya Surabaya melawan Persib Bandung pada 12 September menyulut kemarahan kapten Persebaya, Bruno Moreira. Protes keras dilayangkan atas pengesahan gol Persib oleh Uilliam Barros di menit ke-53. Gol tersebut kontroversial karena Uilliam Barros diduga menginjak kaki gelandang Persebaya, Francisco Rivera, sebelum gol tercipta, namun pelanggaran itu tidak disiulkan dan VAR tidak digunakan.
Kritik tajam diarahkan kepada wasit Candra dan wasit VAR Armyn Dwi Suryathin yang dinilai gagal meninjau insiden tersebut. Berbagai pihak, termasuk @forum_wasit_idn, menyebut kesalahan ini fatal dan seharusnya gol Persib dianulir. Bruno Moreira pun meluapkan kekesalannya atas insiden yang merusak integritas pertandingan dan mengakibatkan Persebaya gagal mempertahankan tren kemenangan.