Gaji Layvin Kurzawa di Persib Bandung dengan PSG jomplang bak bumi dan langit

Inapos - Gaji Layvin Kurzawa di Persib Bandung menjadi sorotan lantaran dikabarkan menerima gaji tertinggi di Super League. Layvin Kurzawa resmi diperkenalkan sebagai pemain anyar Persib Bandung pada Minggu (25/1/2026) di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), bertepatan dengan kemenangan Maung Bandung atas PSBS Biak dengan skor 1-0. Selain meraih tiga poin penting, Persib sekaligus memberikan kejutan dengan mengumumkan kedatangan...

Inapos – Gaji Layvin Kurzawa di Persib Bandung tengah menjadi perbincangan hangat, terutama setelah santer dikabarkan akan menerima upah tertinggi di Super League. Kedatangan bek kiri asal Prancis ini ke ranah sepak bola Indonesia sontak mencuri perhatian publik, memicu spekulasi mengenai besaran kontraknya.

Layvin Kurzawa secara resmi diperkenalkan sebagai pemain anyar Persib Bandung pada Minggu, 25 Januari 2026, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Pengumuman ini bertepatan dengan momen kemenangan tipis Maung Bandung 1-0 atas PSBS Biak, menambah euforia kemenangan dengan kejutan yang tak terduga.

Antusiasme pun merebak di media sosial, di mana Persib mengunggah sambutan hangat untuk sang pemain. “Dulu di Paris, sekarang di Paris Van Java! Selamat datang, Wawa Kurzawa!” tulis akun resmi Persib di Instagram, merujuk pada latar belakang Kurzawa yang sempat sembilan musim membela Paris Saint-Germain (PSG).

Gaji Fantastis Kurzawa di PSG

Sebelum bergabung dengan Persib Bandung, Kurzawa pernah mencicipi puncak kariernya di klub raksasa Prancis, PSG. Kala itu, ia masuk dalam jajaran pemain bergaji tinggi, bermain bersama bintang-bintang dunia seperti Neymar, Kylian Mbappe, dan Lionel Messi. Gajinya mencapai puluhan miliar rupiah per musim, sejalan dengan standar klub elite di Ligue 1.

Menurut data dari Capology, gaji terakhir Kurzawa di PSG pada musim 2023/2024 tercatat sebesar 115.385 euro per pekan, yang setara dengan sekitar Rp2,2 miliar. Jika dikalkulasikan dalam satu musim penuh, ia mengantongi sekitar 6 juta euro atau setara dengan Rp119 miliar. Angka yang fantastis ini menggambarkan betapa jauhnya standar finansial di level sepak bola Eropa.

Namun, babak baru dalam karier Kurzawa membawa perubahan drastis dalam urusan finansial. Setelah meninggalkan Paris, ia sempat melanjutkan petualangan di Liga Portugal bersama Boavista. Di klub tersebut, bayarannya menyusut tajam, hanya sebagian kecil dari penghasilannya saat masih berseragam PSG.

Perjalanan karier Kurzawa memang penuh liku. Setelah menghabiskan sembilan musim di PSG dan hampir lima tahun terpinggirkan dari skuad utama, Boavista menjadi “jalan keluar” sementara baginya. Namun, masalah finansial yang melanda klub milik Gerard Lopez membuat bek kiri berusia 33 tahun itu kembali berstatus tanpa klub, memaksanya mencari pelabuhan baru.

Prioritas Baru: Bukan Lagi Gaji Besar

Dalam beberapa kesempatan, Kurzawa secara terbuka mengungkapkan bahwa ia tidak lagi memprioritaskan gaji besar dalam memilih klub. “Bahkan klub-klub mengira saya menolak kontrak besar. Tapi saya tidak pergi ke Boavista karena kontrak. Saya pergi untuk bermain sepak bola. Berapa penghasilan saya? Kurang dari €10.000 (sekitar Rp198 juta),” ujarnya, seperti dikutip dari frenchfootballweekly pada September 2025.

Menjelang bursa transfer musim dingin Januari 2026, ia kembali menegaskan pandangannya. “Saat ini saya tidak memiliki kriteria seleksi. Yang saya inginkan adalah proyek yang bagus untuk saya. Ini bukan soal uang, ini soal kesenangan,” tambah Kurzawa, memperjelas orientasi barunya dalam dunia sepak bola.

Perkiraan Gaji Kurzawa di Persib

Filosofi baru Kurzawa ini tampaknya selaras dengan tawaran dari Persib Bandung, yang kemudian sukses memboyongnya ke Indonesia pada Januari 2026. Mengenai besaran gaji Layvin Kurzawa di Persib, diperkirakan tidak akan jauh berbeda dengan yang ia terima di Boavista, yaitu di bawah Rp198 juta per pekan. Angka ini tentu saja sangat kontras jika dibandingkan dengan masa kejayaannya di PSG.

Perbedaan mencolok ini secara gamblang mencerminkan realitas finansial antar kompetisi. Ligue 1 Prancis berada di jajaran liga elite Eropa yang ditopang oleh hak siar dan sponsor global masif, sementara Super League Indonesia memiliki struktur ekonomi yang jauh berbeda. Oleh karena itu, rumor bahwa Kurzawa akan menerima gaji tertinggi di Super League perlu diluruskan, mengingat pernyataan dan sejarah gajinya pasca-PSG.

Kendati mengalami penurunan gaji yang signifikan, keputusan Kurzawa bergabung dengan Persib diyakini bukan semata-mata didorong faktor finansial. Menit bermain yang lebih banyak, tantangan baru di liga yang berbeda, serta peran sentral yang mungkin ia dapatkan dalam tim menjadi alasan kuat di balik “pengorbanan” finansial tersebut.

Bagi Persib Bandung, kehadiran Kurzawa jelas merupakan langkah strategis yang besar. Pengalaman berharga bermain di Liga Champions dan merasakan atmosfer sepak bola Eropa diharapkan mampu mendongkrak kualitas tim, sekaligus memberikan dampak positif bagi perkembangan para pemain lokal. Ini adalah investasi yang lebih dari sekadar angka di atas kertas.

Perbandingan gaji Kurzawa di PSG dan Persib menjadi gambaran nyata jurang finansial yang jomplang bak bumi dan langit antara sepak bola Eropa dan Asia Tenggara. Namun, di balik angka-angka tersebut, langkah Kurzawa menandai sebuah fase baru yang sarat makna dalam perjalanan kariernya, baik bagi sang pemain maupun bagi sejarah Persib Bandung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *