
Inapos – Como 1907 sukses mempermalukan tuan rumah Fiorentina dengan skor 3-1 dan melaju ke babak 16 besar Piala Italia.
Meski sempat tertinggal lebih dulu di awal babak pertama, Como melakukan comeback gemilang di babak kedua dan berhasil menumbangkan sang raksasa Firenze.
Pertandingan dimulai dengan tekanan tinggi dari tuan rumah. Baru berjalan tujuh menit, Roberto Piccoli berhasil membawa Fiorentina unggul 1-0 setelah memanfaatkan umpan matang Giovanni Fabbian.
Gol itu sempat membuat suporter La Viola optimistis bahwa mereka akan mendominasi jalannya laga.
Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama setelah Como mulai mencoba keluar dari tekanan dan mengandalkan situasi bola mati.
John Herdman Tak Hanya Nonton Super League, Pelatih Timnas Indonesia Juga Sambangi Latihan Persija Jakarta
Pada menit ke-20, Sergi Roberto mencetak gol penyeimbang 1-1 dengan memanfaatkan situasi bola mati setelah terjadi perebutan di depan gawang lawan. Skor imbang itu bertahan hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, perubahan strategi yang diterapkan Cesc Fabregas mulai membuahkan hasil. Como bermain lebih sabar dan menunggu celah untuk melakukan serangan balik.
Nico Paz lalu mencatatkan namanya di papan skor melalui tembakan kaki kiri ke sudut bawah gawang Fiorentina pada menit ke-60 dan mengubah skor menjadi 2-1 untuk keunggulan tim tamu.
Fiorentina mencoba merespons dengan melakukan sejumlah pergantian pemain, termasuk memasukkan Albert Gudmundsson dan Nicolo Fagioli.
Namun, pertahanan Como yang dikawal ketat oleh lini belakang mereka tampil sangat solid. Upaya La Viola untuk menyamakan kedudukan justru berbuah petaka di penghujung laga.
Dilansir dari ESPN (28/1), pada masa injury time tepatnya menit ke-90+1, pemain pengganti Alvaro Morata mengunci kemenangan Como menjadi 3-1.
Berawal dari serangan kilat yang diinisiasi oleh Nicolas Kuhn, Morata dengan tenang melepaskan tembakan yang gagal dibendung oleh Oliver Christensen.
Morata sempat menerima kartu kuning beberapa menit kemudian akibat melakukan pelanggaran kepada Nicolo Fagioli di sisi sayap kanan pertahanan Fiorentina. Meski Fiorentina mendapat hadiah tendangan bebas, skor tetap tidak berubah hingga peluit panjang dibunyikan.
Shayne Pattynama Blak-blakan! Mengaku Dirayu Rizky Ridho dan Witan Sulaeman Sebelum ke Persija Jakarta
Keberhasilan Como itu semakin memperpanjang catatan impresif Cesc Fabregas.
Hanya dalam waktu dua tahun (2024–2026), Fabregas berhasil mengubah identitas Como dari tim kasta kedua (Serie B) menjadi tim yang bertengger di peringkat ke-6 Serie A.
Fabregas juga sukses mengakhiri penantian empat dekade Como untuk kembali ke perempat final Piala Italia.