Rekam jejak Friderica Widyasari bos OJK yang baru

OJK juga menunjuk Hasan Fawzi sebagai Anggota Dewan Komisioner Pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon.

FRIDERICA Widyasari Dewi resmi menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang baru. Sebelum ditunjuk sebagai Ketua Dewan Komisioner, Friderica menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan di lembaga yang sama.

Alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada ini menggantikan Mahendra Siregar sebagai ketua dan Mirza Adityaswara sebagai wakil ketua Dewan Komisioner OJK.

Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan, dan Komunikasi OJK, M. Ismail Riyadi, menjelaskan penunjukan tersebut telah sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam Peraturan Dewan Komisioner OJK.

“Keputusan jabatan pejabat pengganti ini berlaku efektif tanggal 31 Januari 2026,” kata Ismail dalam keterangan tertulis, Sabtu, 31 Januari 2026.

Profil Friderica Widyasari Dewi

Friderica memiliki memiliki latar belakang pendidikan di bidang ekonomi dan keuangan. Setelah lulus dari UGM, ia melanjutkan studi Master of Business Administration (MBA) di California State University of Fresno, Amerika Serikat, pada 2004. Lalu menyelesaikan studi doktoralnya di UGM pada 2019 dengan predikat cumlaude.

Rekam jejak profesional Friderica banyak diwarnai di posisi strategis di lembaga-lembaga pasar modal Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2009–2015.

Setelah itu, ia dipercaya menduduki posisi Direktur Keuangan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada 2015–2016, lalu menjadi Direktur Utama KSEI hingga 2019.

Ia juga pernah menjabat Direktur Utama PT BRI Danareksa Sekuritas pada periode 2020–2022. Sejak 2022, ia juga menjabat Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK.

Selain itu, sejak 2023 ia juga mengemban tugas sebagai Koordinator Dewan Pembina Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) serta Indonesia Anti-Scam Centre (IASC). Ia juga menjadi anggota Komite Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera).

Di kancah global, Friderica terlibat dalam berbagai forum internasional. Ia menjadi anggota Advisory Board The OECD International Network on Financial Education (OECD/INFE) serta Governing Council International Financial Consumer Protection Organization (FinCoNet) sejak 2022.

Sejumlah penghargaan turut mengukuhkan kiprahnya. Pada 2025, Friderica menerima Indonesia Outstanding Women Leader in Financial Services dari CNN Indonesia, BIG 40 Awards kategori Consumer Protection Governance Strategist dari Bisnis Indonesia, serta The Most Outstanding Woman 2025 dari Infobank.

Selain Friderica, OJK juga menunjuk Hasan Fawzi sebagai Anggota Dewan Komisioner Pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon.

Hasan sebelumnya menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto, menggantikan Inarno Djajadi.

Sebelumnya, empat pejabat OJK mengundurkan diri pada Jumat, 30 Januari 2026. Mereka menyusul langkah Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Iman Rachman yang lebih dulu mundur pada Jumat pagi.

Mereka mengundurkan diri pasca keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) ihwal transparansi pasar modal Indonesia yang membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada 28-29 Januari.

Namun hingga saat ini OJK belum memliki Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon yang ditingglakan I.B. Aditya Jayantara.

M. Faiz Zaki berkontribusi dalam penulisan artikle ini

Pilihan Editor: Setelah MSCI Menemukan Saham Gorengan di Bursa Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *