
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan signifikan pada sesi pertama perdagangan hari ini, Senin, 2 Februari 2026. Indeks acuan tersebut ditutup anjlok 5,31 persen, berada di level 7.887,16. Sepanjang sesi pertama, pergerakan IHSG sempat menyentuh level terendah 7.858 dan tertinggi 8.313, menunjukkan volatilitas pasar yang cukup tinggi di awal pekan.
Di tengah gejolak pasar saham tersebut, total nilai transaksi pada penutupan sesi pertama tercatat mencapai angka fantastis Rp 18,942 triliun. Volume perdagangan saham juga sangat tinggi, yakni 35,351 juta lembar saham, dengan frekuensi transaksi sebanyak 2.080.848 kali. Kondisi pasar mencerminkan dominasi sentimen negatif, terbukti dari banyaknya saham yang melemah; tercatat hanya 65 saham yang berhasil menguat, sementara 715 saham lainnya terpuruk, dan 33 saham sisanya stagnan.
Koreksi paling dalam, menurut catatan PT Mirae Asset Sekuritas, menimpa saham-saham unggulan seperti BRPT yang ambruk 14,8 persen, BUMI dengan penurunan tajam 17,7 persen, dan DSSA yang merosot 14,6 persen. Seluruh indeks sektoral tidak luput dari tekanan jual, dengan sektor IDX Basic dan IDX Cyclicals mengalami pelemahan paling signifikan, menandakan tekanan pasar yang merata di berbagai lini industri.
Pelemahan ini bukan hanya fenomena lokal. Mirae Asset Sekuritas dalam keterangan tertulisnya pada Senin, 2 Februari 2026, turut menyoroti bahwa bursa-bursa di Asia juga kompak terpukul dan menunjukkan kinerja serupa pada perdagangan siang ini. Menurut Mirae Asset, sentimen negatif global diperparah oleh minimnya kabar positif serta meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, yang turut membebani pergerakan harga saham di kawasan tersebut.
Sebagai penanda awal pekan yang berat, IHSG sejatinya telah dibuka dengan tren negatif, melemah 3,01 persen ke level 8.079,024. Senada dengan indeks utama, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 juga tidak mampu bertahan, turun 2,80 persen ke posisi 809,361, melengkapi gambaran tekanan jual yang melanda pasar sejak bel pembukaan.
Pilihan Editor: Sampai Asing Membongkar Borok Bursa Indonesia
Ringkasan
Pada sesi pertama perdagangan Senin, 2 Februari 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 5,31 persen ke level 7.887,16. Penurunan signifikan ini disertai dengan total nilai transaksi yang mencapai Rp 18,942 triliun dan volume perdagangan tinggi. Sentimen negatif mendominasi pasar, terbukti dari 715 saham yang melemah serta koreksi yang merata di seluruh indeks sektoral.
Saham-saham unggulan seperti BRPT, BUMI, dan DSSA mengalami koreksi terdalam dalam kondisi pasar ini. Pelemahan IHSG ini sejalan dengan tren bursa-bursa di Asia yang juga terpukul. Mirae Asset Sekuritas menjelaskan bahwa sentimen negatif global diperparah oleh minimnya kabar positif dan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.