Ringkasan Berita:
- Barcelona menundukkan Mallorca lewat gol Robert Lewandowski, Lamine Yamal, dan Marc Bernal, sekaligus mengukuhkan posisi di papan atas La Liga
- Gelandang muda berusia 18 tahun itu mencetak gol perdana untuk tim senior setelah pulih dari cedera ACL panjang, disambut meriah oleh rekan setim dan suporter
- Pelatih Barcelona mengakui tim tampil lambat di babak pertama, namun bangkit di babak kedua dengan permainan lebih agresif
Inapos – Barcelona berhasil mengamankan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Mallorca dalam lanjutan La Liga pada Sabtu (7/2/2026) malam waktu setempat.
Robert Lewandowski, Lamine Yamal, dan Marc Bernal menjadi aktor utama di balik tiga poin krusial yang diraih Blaugrana.
Kemenangan ini terasa sangat spesial, bukan hanya karena tambahan poin di papan klasemen, tetapi juga menjadi momen emosional bagi gelandang muda, Marc Bernal.
Pemain berusia 18 tahun tersebut akhirnya mencetak gol perdana bagi tim senior Barcelona setelah melewati masa-masa sulit akibat cedera panjang.
Pelatih Barcelona, Hansi Flick, memberikan apresiasi tinggi terhadap performa anak asuhnya, meski ia mengakui bahwa timnya tidak memulai laga dengan intensitas yang diharapkan.
Flick menyoroti bagaimana timnya mampu bangkit di babak kedua untuk menyegel kemenangan.
Pertandingan dimulai dengan tempo yang sedikit melambat. Barcelona tampak kesulitan membongkar pertahanan rapat yang digalang oleh para pemain Mallorca sejak menit awal.
Hansi Flick mengakui bahwa performa timnya di paruh pertama jauh dari kata memuaskan.
“Di babak pertama, kami bermain lambat dan saya tidak menyukainya,” ujar pelatih asal Jerman tersebut dalam sesi konferensi pers usai laga dilansir TribunGorontalo.com dari Football Espana, Minggu (8/2/2026).
Kurangnya kreativitas dan aliran bola yang statis membuat Mallorca sempat beberapa kali mengancam melalui serangan balik. Namun, barisan pertahanan Barcelona masih cukup sigap untuk meredam ambisi tim tamu.
Perubahan strategi terjadi di ruang ganti saat turun minum. Flick nampaknya memberikan instruksi tegas agar para pemainnya meningkatkan kecepatan permainan dan lebih berani menusuk ke area penalti.
Hasilnya terlihat di babak kedua, di mana Barcelona tampil jauh lebih agresif dan dominan.
“Di babak kedua, kami tampil jauh lebih baik. Pada akhirnya, tiga gol tambahan, tiga poin lagi, dan kami tidak memberikan banyak peluang bagi lawan,” tambah Flick dengan nada puas.
Momen Emosional Marc Bernal 
Puncak emosi di Spotify Camp Nou terjadi menjelang akhir pertandingan. Marc Bernal, yang masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua, berhasil menyarangkan bola ke gawang Mallorca untuk memperlebar keunggulan menjadi 3-0.
Gol ini disambut dengan ledakan kegembiraan dari seluruh isi stadion. Tidak hanya penonton, rekan-rekan setim Bernal pun langsung berlari menghampiri sang pemain untuk merayakan momen bersejarah tersebut.
Hansi Flick secara khusus memuji kegigihan Bernal. Pelatih tersebut tahu betul betapa beratnya perjuangan Bernal setelah menepi selama 12 bulan akibat cedera ACL yang dideritanya pada September 2024.
“Sangat luar biasa baginya bisa mencetak gol pertamanya untuk Barca. Setelah cedera parah, dia telah kembali selangkah demi selangkah ke level terbaiknya,” ungkap Flick.
Flick menambahkan bahwa gol ini akan menjadi suntikan kepercayaan diri yang sangat besar bagi Bernal untuk menatap masa depan bersama klub Catalan tersebut.
Pemandangan seluruh tim yang merayakan gol Bernal menjadi bukti betapa kuatnya ikatan batin di dalam skuad Barcelona saat ini. Flick menyebut momen itu sangat luar biasa dan menyentuh hati.
Bernal sendiri tampak tak kuasa menahan haru setelah mencetak gol. Baginya, gol di Camp Nou adalah mimpi masa kecil yang menjadi kenyataan di tengah perjuangan fisik yang melelahkan.
Marc Bernal menceritakan secara mendalam proses terjadinya gol tersebut. Ia mengaku sempat melihat Fermin Lopez memberikan kode ruang kosong yang bisa ia manfaatkan.
“Ketika saya melihat Fermin mencari saya, saya mendeteksi adanya ruang. Saya tidak ragu dan langsung merangsek maju,” kenang Bernal saat diwawancarai oleh media lokal.
Bernal sempat ingin menendang dengan kaki kanannya, namun ia melihat bek lawan, Maffeo, mencoba melakukan blok. Karena merasa lebih percaya diri dengan kaki kirinya, ia melakukan gerakan tipu sebelum melepaskan tembakan.
“Sejujurnya, Mascarell sempat menyentuh bola itu. Saya merasa sangat bersemangat. Ini adalah momen-momen yang bahkan tidak berani Anda impikan saat masih kecil,” tuturnya dengan mata berbinar.
Setelah bola menyentuh jaring gawang, pikiran Bernal langsung melayang pada masa-masa kelam selama setahun terakhir. Proses rehabilitasi ACL adalah periode paling menguji mental bagi pemain muda sepertinya.
“Saat saya mencetak gol, saya banyak memikirkan tahun lalu, tentang betapa buruknya masa-masa yang saya lalui. Ini adalah kepuasan yang sangat besar, juga untuk keluarga saya,” tambah Bernal.
Dukungan keluarga menjadi pilar utama bagi Bernal untuk tetap semangat berlatih meski harus absen panjang. Ia mendedikasikan gol perdana ini untuk mereka yang tak henti memberikan dukungan.
Kini, Bernal merasa kondisi fisiknya semakin membaik. Ia menyadari bahwa perjalanannya baru dimulai kembali dan ia bertekad untuk memanfaatkan setiap menit bermain yang diberikan oleh pelatih.
Bernal juga menyinggung dinamika positif di ruang ganti Barcelona. Meski persaingan untuk memperebutkan posisi utama sangat ketat, hubungan antar pemain tetap terjaga dengan sangat sehat.
Selain Bernal, sorotan juga tertuju pada Lamine Yamal. Wonderkid Barcelona ini kembali mencatatkan namanya di papan skor, meskipun ia tampil sedikit lebih tenang dibandingkan biasanya.
Hansi Flick memutuskan untuk menarik keluar Yamal pada menit ke-78. Keputusan ini sempat dipertanyakan mengingat kontribusi Yamal yang selalu vital di lini serang.
Flick memberikan penjelasan logis terkait pergantian tersebut. Menurutnya, manajemen menit bermain sangat penting bagi pemain muda seperti Yamal agar terhindar dari kelelahan kronis atau cedera.
“Kami harus mengelola menit bermainnya. Dia menikmati permainannya, tetapi di babak pertama, dia juga tidak berada di level terbaiknya,” jelas Flick.
Flick membela Yamal dengan mengatakan bahwa sang pemain mungkin sengaja menyimpan energi untuk meledak di babak kedua, dan ia sama sekali tidak mengkritik performa tersebut.
Keseimbangan antara performa di lapangan dan kesehatan jangka panjang pemain menjadi prioritas utama Flick di tengah jadwal kompetisi yang padat.
Protes Terhadap Kepemimpinan Wasit
Meski menang telak, laga ini tidak luput dari ketegangan antara staf pelatih Barcelona dengan perangkat pertandingan. Flick terlihat sempat mendapatkan kartu kuning dari wasit Alejandro Quintero Gonzalez.
Flick menyatakan ketidakpuasannya atas beberapa keputusan wasit yang dianggapnya merugikan Barcelona. Salah satunya adalah terkait posisi pemain Mallorca yang dianggap terlalu dekat saat situasi bola mati.
“Saya rasa tidak ada alasan bagi saya untuk mendapatkan kartu. Saya hanya memberitahunya dengan jelas bahwa pemain Mallorca terlalu dekat,” protes Flick.
Selain itu, Flick juga menyoroti insiden pelanggaran terhadap Lamine Yamal di dalam kotak penalti. Menurut Flick, insiden tersebut seharusnya membuahkan penalti bagi Barcelona.
Meskipun merasa kecewa dengan kepemimpinan wasit, Flick memilih untuk tidak membiarkan hal tersebut merusak kegembiraan atas kemenangan timnya.
Kemenangan 3-0 ini mengukuhkan posisi Barcelona sebagai salah satu kandidat kuat peraih gelar juara musim ini. Konsistensi menjadi kunci yang terus ditekankan oleh Hansi Flick.
Klub D M S K GM GK -/+ P 1 Barcelona 23 19 1 3 63 23 40 58 2 Real Madrid 22 17 3 2 47 18 29 54 3 Atlético Madrid 22 13 6 3 38 17 21 45 4 Villarreal 21 13 3 5 39 23 16 42 5 Betis 22 9 8 5 36 28 8 35 6 Espanyol 22 10 4 8 26 27 -1 34 7 Celta Vigo 23 8 9 6 30 25 5 33 8 Real Sociedad 23 8 7 8 33 31 2 31 9 Osasuna 23 8 5 10 28 28 0 29 10 Athletic Club 22 7 4 11 21 31 -10 25 11 Girona 22 6 7 9 21 36 -15 25 12 Elche 23 5 9 9 31 35 -4 24 13 Sevilla 22 7 3 12 29 37 -8 24 14 Mallorca 23 6 6 11 28 37 -9 24 15 Valencia 22 5 8 9 23 35 -12 23 16 Getafe 22 6 5 11 16 27 -11 23 17 Rayo Vallecano 22 5 7 10 18 30 -12 22 18 Levante 21 4 6 11 24 34 -10 18 Lihat selengkapnya →
(Sumber: Football Espana)