
Inapos — Bernardo Tavares blak-blakan, ia akhirnya mengungkap alasan kepincut Ahmad Mujtaba Akbar di bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026 bersama Persebaya Surabaya. Keputusan mempromosikan bek muda itu bukan langkah dadakan, melainkan hasil pantauan panjang tim pelatih.
Persebaya Surabaya menutup bursa transfer paruh musim dengan menambah dua amunisi lokal. Mereka adalah Riyan Ardiansyah dan Ahmad Mujtaba Akbar yang diproyeksikan menambah kedalaman skuad Green Force.
Nama Ahmad Mujtaba Akbar mungkin belum terlalu familiar di telinga Bonek. Namun, di internal tim, pemain 18 tahun itu sudah lama masuk radar pelatih.
Mujtaba dipromosikan dari tim Elite Pro Academy (EPA) Persebaya Surabaya. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen klub untuk mengorbitkan talenta muda jebolan akademi sendiri.
Krisis Lini Depan Persebaya Surabaya! 3 Bomber Andalan Cedera, Bernardo Tavares Harus Peras Otak Jelang Lawan Bhayangkara!
Bernardo menyebut proses pemantauan dilakukan secara konsisten sejak Mujtaba masih di kelompok usia. Tim pelatih rutin memantau performa pemain akademi dalam berbagai ajang kelompok umur.
“Bahkan hari ini ada beberapa pemain dari akademi yang sedang berlatih bersama tim utama. Hal ini untuk membuat para pemain akademi melihat bahwa mereka punya kesempatan,” jelasnya.
Pelatih asal Portugal itu ingin membangun ekosistem kompetitif dari bawah ke atas. Pemain muda harus merasa memiliki jalur nyata menuju tim utama.
“Kami selalu berusaha menyaksikan pertandingan tim U-20, U-18, dan U-16 untuk melihat siapa saja yang memiliki potensi terbaik untuk kami kembangkan di tim utama.”
Kebongkar! Alasan Riyan Ardiansyah Tak Dapat Restu Bernardo Tavares Debut Bersama Persebaya Surabaya
Kalimat itu menegaskan proses seleksi berjalan sistematis, bukan sekadar coba-coba.
Bagi Bernardo Tavares, promosi Mujtaba adalah hasil kerja dan konsistensi sang pemain. Setiap talenta yang menunjukkan performa menjanjikan akan mendapat kesempatan serupa.
Ia menambahkan, pintu tim utama selalu terbuka bagi pemain akademi yang tampil baik. Kesempatan dipanggil bukan hadiah, melainkan buah dari kerja keras dan disiplin.
Secara profil, Ahmad Mujtaba Ilham Akbar lahir pada 8 Juni 2007 dan kini berusia 18 tahun. Ia berposisi sebagai bek kiri, posisi krusial dalam skema permainan modern.
Saat ini Mujtaba tercatat sebagai pemain Persebaya Surabaya U-20. Ia bergabung sejak 1 September 2025 dan terus menunjukkan perkembangan signifikan.
Berdasarkan data Transfermarkt, posisi utamanya adalah left-back. Peran ini menuntut keseimbangan antara bertahan dan membantu serangan.
Statistiknya di tim U-20 cukup menjanjikan untuk pemain seusianya. Dari 10 pertandingan, ia mencetak satu gol, menerima satu kartu kuning, dan mencatat 736 menit bermain.
Menit bermain yang tinggi menunjukkan kepercayaan pelatih kelompok usia terhadapnya. Artinya, Mujtaba bukan sekadar pelengkap skuad di EPA.
Promosi ini juga mempertegas arah kebijakan Persebaya Surabaya dalam membangun tim. Klub tak hanya mengandalkan pemain asing, tetapi juga memberi ruang bagi talenta lokal.
Mauricio Souza, Dengerin! The Jakmania Merasa Aneh Persija Dipermalukan Arema FC di Kandang, Minta Harus Menang Terus!
Merujuk laman I-League, skuad Green Force saat ini diperkuat 30 pemain. Komposisinya terdiri dari empat penjaga gawang dan 11 pemain asing untuk mengarungi sisa kompetisi musim ini.
Di tengah komposisi tersebut, kehadiran pemain muda seperti Mujtaba memberi warna berbeda. Ia menjadi simbol regenerasi yang sedang dibangun manajemen dan tim pelatih.
Persaingan di posisi bek kiri tentu tidak mudah bagi pemain 18 tahun. Namun, keberanian Bernardo Tavares memberi sinyal kuat tentang kepercayaan pada kualitasnya.
Langkah ini juga menjadi pesan bagi pemain akademi lainnya. Kerja keras di tim usia muda bisa berujung promosi ke level tertinggi.
Atmosfer positif itu terasa menjelang laga lanjutan Super League. Persebaya Surabaya dijadwalkan menjamu Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Sabtu (14/02/2026) malam.
Resmi Diundur! Persija Jakarta vs Dewa United FC Jadi Digelar Jelang FIFA Matchday
Laga tersebut menjadi momentum penting bagi Green Force untuk menjaga performa di paruh musim. Kehadiran energi baru dari pemain muda bisa menjadi tambahan motivasi tim.
Bagi Mujtaba, promosi ke tim utama adalah awal perjalanan panjang. Tantangan sesungguhnya baru dimulai ketika ia harus bersaing dan membuktikan kualitas di level senior.
Namun satu hal sudah jelas, Bernardo Tavares tidak asal pilih. Ketertarikan pada Ahmad Mujtaba Akbar lahir dari proses pengamatan, evaluasi, dan keyakinan pada potensi besar sang bek kiri.
Kini publik menanti apakah keputusan itu akan berbuah manis di lapangan. Jika mampu menjawab kepercayaan pelatih, bukan tidak mungkin Mujtaba menjadi salah satu wajah masa depan Persebaya Surabaya.