Hujan guyur Jakarta saat Imlek, cek prediksi lokasinya

BMKG memprediksi hujan mengguyur sejumlah lokasi di Jakarta pada perayaan Tahun Baru Imlek 2026.

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan bahwa perayaan Tahun Baru Imlek hari ini, Selasa, 17 Februari 2026, di Jakarta dan sekitarnya akan diwarnai oleh hujan berintensitas ringan hingga sedang. Sepanjang hari, wilayah ini diproyeksikan masih akan basah, dengan tingkat kelembapan udara yang cukup tinggi, berkisar antara 70 hingga 98 persen.

Berdasarkan prediksi cuaca terbaru yang dirilis BMKG pada Senin kemarin, pukul 19.00 WIB, curah hujan ringan hingga sedang diperkirakan akan membasahi sejumlah area. Pada pagi hingga tengah hari, wilayah yang terdampak meliputi sebagian besar Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, dan Jakarta Timur. Tak hanya ibu kota, Kabupaten Bekasi, Kabupaten dan Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Depok, serta seluruh wilayah Bogor juga akan merasakan guyuran hujan pada periode waktu yang sama.

Memasuki sore hari hingga pukul 19.00 WIB, pola sebaran hujan akan sedikit mengalami variasi dan perluasan. Prediksi menunjukkan bahwa Jakarta Selatan, Jakarta Timur, serta Jakarta Barat akan turut diguyur hujan. Kondisi serupa juga diperkirakan terjadi di Kota Tangerang Selatan, Kota dan Kabupaten Tangerang, seluruh Bogor, Kota Depok, serta Kota Bekasi, menandakan potensi hujan yang merata di berbagai titik Jabodetabek.

Selain potensi hujan, BMKG juga memprakirakan suhu udara di seluruh wilayah Jabodetabek hari ini akan berada di kisaran 24-30 derajat Celcius. Namun, Bogor sedikit berbeda dengan suhu yang cenderung lebih rendah, yaitu sekitar 20-28 derajat Celcius. Sementara itu, hembusan angin diprediksi akan bertiup dari arah barat daya menuju barat laut, dengan kecepatan yang bervariasi antara 10 hingga 40 kilometer per jam.

Sebelumnya, Pelaksana tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, telah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Imbauan ini terkait dengan potensi peningkatan curah hujan atau cuaca ekstrem yang diprakirakan berlangsung pada periode 15 hingga 21 Februari 2026. Analisis BMKG mengungkap adanya penguatan Monsun Asia yang menyebabkan aliran angin baratan menjadi sangat dominan. Kondisi ini secara signifikan mempercepat pertumbuhan awan konvektif di wilayah Indonesia bagian barat dan selatan.

Fenomena ini semakin diperkuat oleh aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) yang sedang berada pada fase Samudra Hindia. Tak hanya itu, gelombang atmosfer Kelvin dan Rossby turut berperan dalam memicu terbentuknya perlambatan dan belokan angin (konvergensi), khususnya di sepanjang pesisir selatan Jawa hingga Nusa Tenggara. “Kombinasi faktor-faktor tersebut meningkatkan potensi hujan dengan intensitas sedang, lebat, hingga sangat lebat, yang bahkan dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah,” jelas Andri melalui keterangan tertulisnya pada Ahad, 15 Januari 2026.

Pilihan Editor: Sebentar Lagi TNI Punya Drone Kombatan Elang Hitam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *