Operator bioskop 21 (CNMA) hentikan buyback saham lebih awal, ini alasannya!

Inapos - JAKARTA. PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) menghentikan rencana pembelian kembali alias buyback saham dari waktu yang ditentukan. Emiten pengelola bioskop XXI ini berencana melaksanakan buyback saham selama 12 bulan sampai dengan 24 Maret 2026. Adapun anggaran buyback saham kala itu sebesar Rp 300 miliar. Namun perusahaan ini menghentikan rencana buyback saham lebih awal sebelum berakhirnya periode buyback saham berakhir....

JAKARTA – PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA), emiten terkemuka yang dikenal sebagai pengelola jaringan bioskop XXI, secara resmi mengumumkan penghentian dini rencana pembelian kembali sahamnya atau buyback. Keputusan strategis ini menghentikan periode buyback yang semula dijadwalkan berlangsung selama 12 bulan, dengan batas akhir pada 24 Maret 2026 dan alokasi anggaran sebesar Rp 300 miliar.

Manajemen CNMA mengungkapkan bahwa penghentian program buyback saham ini disepakati melalui keputusan sirkuler direksi perusahaan pada tanggal 18 Februari 2026. Langkah ini diambil lebih awal dari jadwal yang telah ditetapkan, sebelum berakhirnya periode buyback yang sebelumnya telah diumumkan kepada publik.

Menurut keterangan resmi dari CNMA, pertimbangan utama di balik penghentian dini ini adalah antisipasi terhadap ketentuan baru mengenai peningkatan free float yang akan segera diberlakukan. Dalam upaya untuk senantiasa menjaga jumlah saham yang dapat diperdagangkan secara memadai di Bursa Efek Indonesia (BEI), perusahaan memutuskan untuk mengakhiri periode pembelian kembali saham lebih awal demi kepatuhan regulasi.

Hingga tanggal penghentian pelaksanaan buyback, CNMA telah berhasil membeli kembali sebanyak 1.698.015.400 lembar saham. Jumlah ini merepresentasikan 2,04% dari total saham yang telah diterbitkan oleh perseroan dan kini tercatat sebagai saham treasuri perusahaan. Dengan demikian, perseroan telah menggunakan dana sebesar Rp 231,73 miliar dari anggaran buyback yang dialokasikan, menyisakan dana sebesar Rp 68,27 miliar yang belum terpakai.

Dana sisa tersebut, seperti disampaikan oleh manajemen, akan dialihkan untuk mendukung berbagai kegiatan operasional dan pengembangan usaha CNMA ke depan. Pihak manajemen juga menegaskan bahwa penghentian pelaksanaan buyback saham ini tidak akan menimbulkan dampak material terhadap kegiatan operasional maupun kondisi keuangan perusahaan.

Pemegang Saham Zatta (ZATA) Restui Penjualan Aset Demi Kurangi Utang

Melihat performa di pasar modal, pada penutupan perdagangan Jumat, 20 Februari 2026, harga saham CNMA tercatat stagnan di level Rp 112 per saham. Meskipun demikian, dalam lima hari terakhir, saham CNMA telah mengalami penurunan sebesar 1,75%. Sementara itu, jika dilihat dalam rentang satu tahun terakhir, harga saham CNMA telah terkoreksi cukup signifikan, mencapai 22,76%.

Ringkasan

PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA), pengelola jaringan bioskop XXI, mengumumkan penghentian dini program pembelian kembali saham (buyback) yang semula dijadwalkan hingga Maret 2026 dengan alokasi anggaran Rp 300 miliar. Keputusan ini disepakati melalui sirkuler direksi pada 18 Februari 2026. Alasan utama penghentian lebih awal adalah untuk mengantisipasi ketentuan baru mengenai peningkatan *free float*, guna menjaga jumlah saham yang dapat diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia dan mematuhi regulasi.

Hingga penghentian, CNMA telah membeli kembali 1.698.015.400 lembar saham senilai Rp 231,73 miliar, yang kini tercatat sebagai saham treasuri perusahaan. Sisa dana buyback sebesar Rp 68,27 miliar akan dialihkan untuk mendukung operasional dan pengembangan usaha. Manajemen menegaskan bahwa penghentian ini tidak akan menimbulkan dampak material terhadap kegiatan operasional maupun kondisi keuangan perseroan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *