
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, memberikan tanggapan lugas mengenai kekalahan mengejutkan Borneo FC dari Dewa United. Menurutnya, hasil ini menjadi pengingat penting bagi Maung Bandung untuk senantiasa menjaga fokus agar tidak tergelincir, mengingat pengalaman pahit saat takluk dari Persijap Jepara di masa lalu.
Sorotan tajam tertuju pada pertandingan pekan ke-22 Super League 2025/2026, terutama pada laga sengit antara Dewa United dan Borneo FC. Pertemuan yang berlangsung di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, pada Minggu (22/2/2026) tersebut berakhir dengan kemenangan dramatis untuk Dewa United.
Hasil ini sontak menjadi perbincangan hangat, mengingat Borneo FC sebenarnya sangat diunggulkan. Tim berjuluk Pesut Etam itu saat ini menduduki posisi ketiga klasemen Super League dengan koleksi 46 poin. Namun, di luar dugaan, mereka justru harus mengakui keunggulan Dewa United yang berada di papan tengah klasemen.
Kekalahan Borneo FC ini tentu menjadi kabar gembira bagi Persib Bandung yang kokoh di puncak klasemen dengan 50 poin. Kemenangan Dewa United atas rival di tiga besar itu juga memberikan keuntungan strategis bagi Persib, apalagi mereka masih menyimpan satu laga tunda melawan Borneo FC.
Meski demikian, Bojan Hodak enggan terlena dengan keunggulan yang ada. Pelatih asal Kroasia itu justru memberikan pandangan realistis, menegaskan bahwa kompetisi Super League bukanlah ajang yang mudah untuk ditaklukkan.
“Saya sudah sering mengatakan bahwa liga Indonesia sangat sulit. Tidak mudah, terutama saat bermain tandang,” ujar Bojan Hodak kepada awak media, menanggapi hasil minor Borneo FC. Ia menekankan bahwa di setiap pertandingan, apa pun bisa terjadi. Apalagi, kompetisi Super League saat ini dinilai sangat ketat, membuka peluang bagi siapa pun untuk saling mengalahkan.
“Perjalanan jauh, kompetisinya ketat, dan di liga ini siapa pun bisa mengalahkan siapa pun,” tambah mantan pelatih Kuala Lumpur City FC itu. Untuk memperkuat argumennya, Bojan Hodak bahkan menyinggung pengalaman Persib sendiri yang pernah menelan kekalahan mengejutkan dari Persijap Jepara pada leg pertama musim sebelumnya.
Tepatnya pada 18 Agustus 2025, Persib harus mengakui keunggulan Persijap dengan skor 1-2 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara. Kala itu, Persijap berada di papan bawah klasemen, namun Maung Bandung justru harus kehilangan poin penting. Pengalaman inilah yang menjadi dasar bagi Bojan Hodak untuk menegaskan bahwa setiap laga di Super League menyimpan tantangan tersendiri bagi setiap tim.
Situasi ini, lanjut pelatih berusia 54 tahun itu, justru yang membuat kompetisi Super League selalu menarik untuk disaksikan. Kejutan bisa datang kapan saja, dan kekalahan Borneo FC dari Dewa United adalah salah satu buktinya. “Kami pernah kalah dari Persijap Jepara. Tahun lalu juga kami beberapa kali kehilangan poin melawan tim papan bawah,” kenangnya. “Itulah yang membuat liga ini menarik, karena siapa saja bisa memberi kejutan.”
Secara terus terang, Bojan Hodak mengakui bahwa hasil minor Borneo FC memang menjadi kabar positif bagi Persib, setidaknya untuk menjaga jarak keunggulan empat poin di puncak klasemen saat ini. Namun, ia juga menilai bahwa insiden ini harus menjadi pengingat serius bagi Marc Klok dan rekan-rekannya.
Ia memperingatkan agar tim tidak pernah meremehkan lawan mana pun yang akan dihadapi. Oleh karena itu, Bojan Hodak menegaskan pentingnya konsentrasi penuh di setiap pertandingan agar tim kebanggaan Bobotoh ini tidak terpeleset, serupa dengan apa yang dialami Borneo FC. Ambisi Persib untuk meraih gelar juara musim ini menuntut mereka untuk terus fokus dan memenangkan setiap laga yang tersisa.
“Memang bagus bagi kami bahwa Borneo kalah, tapi kami harus tetap fokus pada hasil kami sendiri,” pungkas Bojan Hodak.