Emiten teknologi PT Aviana Sinar Abadi Tbk (IRSX) semakin memperluas jejak bisnisnya dengan mengumumkan pembentukan entitas anak perusahaan baru, PT Folago Pictures Indonesia, pada tanggal 28 Agustus 2025. Kehadiran Folago Pictures ini menandai langkah strategis IRSX untuk memasuki industri konten kreatif, khususnya di sektor produksi film pendek yang dinamis dan terus berkembang.
Direktur Utama Aviana Sinar Abadi, Gusti Ngurah Komang Panji Pramana, menjelaskan bahwa perseroan memiliki kepemilikan mayoritas, yakni 99,20 persen atau setara dengan 124 lembar saham senilai Rp 1 juta per lembar di anak usaha barunya ini. Gusti menegaskan dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia pada Kamis, 11 September 2025, bahwa pendirian entitas yang akan berperan sebagai Short Movie Production House ini merupakan bagian penting dari strategi ekspansi Perseroan di bidang produksi film pendek. Untuk itu, IRSX telah menyetor modal sebanyak 124 lembar saham atau senilai Rp 124 juta. Adapun struktur permodalan PT Folago Pictures Indonesia saat ini terdiri dari 124 lembar saham milik IRSX dan 1 lembar saham milik Subioto Jingga.
Dalam rangka mendukung pertumbuhan dan diversifikasi usahanya, Aviana Sinar Abadi berencana untuk menerbitkan saham baru melalui mekanisme Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) pada tahun ini. Rencana ambisius tersebut mencakup penerbitan sebanyak 12,3 miliar saham biasa dengan harga Rp 15 per lembar, yang mewakili sebanyak-banyaknya 66,67 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Penerbitan PMHMETD ini juga akan disertai dengan alokasi Waran Seri II sebanyak-banyaknya 1,8 miliar Waran Seri II. Persetujuan atas aksi korporasi penting ini akan dimintakan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 25 September 2025.
Fajar Indrayanto, Corporate Secretary Aviana Sinar Abadi, menyoroti bahwa opsi pendanaan melalui PMHMETD adalah pilihan terbaik bagi perseroan karena bersifat ekuitas dan tidak menimbulkan kewajiban utang di masa mendatang. Dalam keterbukaan informasi pada 28 Agustus 2025, Fajar menambahkan, “Adapun di kemudian hari apabila opsi pendanaan melalui PMHMETD ini belum mencukupi kebutuhan pendanaan perseroan, tidak menutup kemungkinan perseroan akan menerbitkan surat utang.” Pernyataan ini menunjukkan fleksibilitas strategi pendanaan IRSX ke depan.
Meskipun demikian, kinerja keuangan Aviana Sinar Abadi pada semester I 2025 menunjukkan adanya penurunan pendapatan. Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 100,4 miliar, menurun signifikan dari Rp 480 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Pendapatan tersebut utamanya berasal dari segmen produk digital sebesar Rp 98 miliar dan perangkat lunak sebesar Rp 1,9 miliar. Dengan beban pokok pendapatan mencapai Rp 99 miliar dan beban umum serta administrasi sebesar Rp 2,6 miliar, Aviana Sinar Abadi membukukan rugi bersih sebesar Rp 1,5 miliar sepanjang Januari hingga Juni 2025.
Per akhir periode tersebut, total aset Aviana Sinar Abadi tercatat sebesar Rp 165 miliar, yang meliputi aset lancar sebesar Rp 156 miliar dan aset tidak lancar sebesar Rp 8,9 miliar. Sementara itu, jumlah liabilitas perseroan berada di angka Rp 3,07 miliar, dengan ekuitas yang mencapai Rp 161 miliar, menunjukkan struktur permodalan yang relatif kuat.
Pilihan Editor: Sensasi Menonton Film Alternatif di Bioskop Mini
Ringkasan
PT Aviana Sinar Abadi Tbk (IRSX) memperluas bisnisnya dengan mendirikan anak usaha baru, PT Folago Pictures Indonesia, pada 28 Agustus 2025 untuk menggarap produksi film pendek. IRSX memiliki 99,20% saham di Folago Pictures sebagai bagian strategi ekspansi ke industri konten kreatif. Untuk mendukung pertumbuhan, IRSX berencana melakukan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) tahun ini, menerbitkan hingga 12,3 miliar saham baru.
Meskipun ada rencana ekspansi, kinerja keuangan IRSX pada semester I 2025 menunjukkan penurunan pendapatan signifikan menjadi Rp 100,4 miliar dari Rp 480 miliar di periode sebelumnya. Akibatnya, perseroan membukukan rugi bersih sebesar Rp 1,5 miliar selama Januari hingga Juni 2025. Per akhir Juni 2025, total aset IRSX tercatat Rp 165 miliar dengan ekuitas Rp 161 miliar dan liabilitas Rp 3,07 miliar.