
bali.jpnn.com, DENPASAR – Bali United menderita kerugian besar seusai pekan ke-21 Super League 2025-2026 kontra Persija di Stadion Kapten Dipta, Gianyar, Minggu (15/2) lalu.
Bali United tidak hanya kalah dari Persija dengan skor 1 – 0, tetapi juga terancam sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Kok bisa?
Pemicunya karena ulah suporter Bali United.
Mendekati menit akhir pertandingan, suporter Bali United nekat menyalakan flare dan melempari lapangan pertandingan dengan kursi stadion.
Insiden ini memaksa wasit Rio Permana Putra menghentikan pertandingan untuk sementara waktu.
Wasit Rio terpaksa mengambil keputusan menyetop laga karena khawatir asap flare mengganggu jalannya pertandingan.
Setelah asap hilang, pengadil lapangan akhirnya melanjutkan pertandingan.
Suporter nekat melakukan aksinya menyalakan flare dan melemparkan kursi ke lapangan karena tidak puas dengan gaya permainan Bali United.
Bali United dinilai kembali ke setelan pabrik, melakukan long pass yang tidak efektif untuk membongkar pertahanan Persija.
Kombinasi long pass dan build up dari garis pertahanan sendiri gagal, sulit menembus pertahanan Persija yang digalang Rizky Ridho dan Thales Lira.
Gegera suporter menyalakan flare dan melemparkan kursi ke lapangan pertandingan, Bali United terancam sanksi dari Komdis PSSI.
Berdasar lampiran I Kode Disiplin PSSI 2023, terancam sanksi denda yang cukup besar karena pelanggaran suar alias flare itu.
Untuk satu hingga lima kali penyalaan flare, Bali United terancam denda Rp 50; Rp100 juta untuk enam sampai 10 kali penyalaan dan Rp 200 juta untuk diatas 10 kali penyalaan.
Bali United terakhir kali menerima sanksi Komdis PSSI pada November 2025 lalu gegara aksi suporternya kala melawan Persib Bandung.
Namun, sanksi itu tak hanya dijatuhkan kepada Bali United, tetapi juga Persib lantaran ulah Bobotoh menyalakan flare.
“Terjadi penyalaan dua buah flare di tribune selatan, satu flare masuk ke area lapangan di bawah tribune selatan dan satu buah flare di tribune sayap selatan yang dilakukan oleh penonton Persib Bandung.
Oleh karena itu, menjatuhkan denda sebesar Rp 60 juta,” tulis Komdis PSSI saat itu.
Komdis PSSI juga menjatuhkan sanksi denda sebesar Rp 30 juta kepada Persib lantaran terjadi pelemparan botol air minum kemasan di tribune selatan yang dilakukan oleh suporter Persib.
Kerugian Persib makin bertambah karena Komdis PSSI memberikan sanksi denda tambahan sebesar Rp 25 juta.
Sanksi tersebut diberikan karena ada suporter Persib Bandung sebagai penonton klub tamu yang hadir dalam pertandingan di Stadion Kapten Dipta.
Sanksi yang diberikan Komdis PSSI tidak hanya berlaku untuk Persib, tetapi juga tuan rumah, Bali United. Pada sidang yang sama, Komdis PSSI menjatuhkan hukuman denda sebesar Rp 30 juta kepada Bali United gegara ulah suporternya.
“Terjadi pelemparan botol air minum kemasan di tribune selatan yang dilakukan oleh penonton Bali United,” tulis Komdis PSSI dalam surat keputusannya.
Menarik ditunggu sanksi apa yang akan dijatuhkan Komdis PSSI untuk Bali United. (lia/JPNN)