
JAKARTA, KOMPAS.com – Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI menunjukkan kinerja positif yang signifikan pada penutupan bursa hari ini, Rabu (20/8/2025). Saham BBRI berhasil menguat sebesar 2,72 persen, menandai sebuah momentum penting bagi pergerakan investasinya di pasar modal.
Kenaikan saham BBRI ini tidak lepas dari keputusan strategis Bank Indonesia (BI) yang baru saja memangkas suku bunga acuan menjadi 5 persen. Langkah Bank Indonesia ini sontak menciptakan sentimen positif yang kuat tidak hanya bagi pasar modal secara keseluruhan, tetapi juga secara khusus memberikan dorongan signifikan bagi sektor perbankan.
Menurut Rizkia Darmawan, Founder & Head of Research and Business Development Risat Capital Indonesia, pemotongan suku bunga acuan ini diharapkan dapat menekan biaya dana perbankan di masa mendatang. Selain itu, kondisi ekonomi ke depan diproyeksikan akan membaik berkat adanya suku bunga yang lebih longgar. “Situasi ini dapat mendorong peningkatan permintaan kredit, termasuk dari segmen UMKM yang merupakan kekuatan utama BRI,” jelas Darmawan kepada Kompas.com, Rabu (20/8/2025).
Dalam perbandingan dengan bank-bank besar lainnya, kinerja saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau BMRI tampak memimpin penguatan hari ini, melonjak sekitar 3,12 persen pada penutupan pasar. Posisi berikutnya diisi oleh BBRI dengan kenaikan 2,72 persen, diikuti oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BBNI yang menguat 2,31 persen. Sementara itu, Darma menjelaskan bahwa saham PT Bank Central Asia Tbk atau BBCA menunjukkan kenaikan yang lebih moderat. Hal ini disebabkan oleh struktur pendapatannya yang cenderung lebih konservatif, membuatnya kurang responsif terhadap stimulus suku bunga.
Dalam jangka pendek, Darma menyebutkan bahwa sektor perbankan memang akan diuntungkan dari sentimen positif ini. Namun, ia mengingatkan bahwa penyaluran kredit membutuhkan waktu dan kualitas aset di segmen mikro perlu terus dijaga dengan baik. Untuk jangka panjang, BBRI dipandang tetap memiliki fundamental yang solid. “Berkat jaringan mikro yang luas dan dorongan digitalisasi, BBRI memiliki potensi harga yang wajar di kisaran 4.600 per saham,” tutupnya.
Sebagai informasi tambahan, pada penutupan pasar hari Rabu (20/8/2025), saham BBRI naik 2,72 persen atau setara 110 poin, mencapai level 4.150. Penutupan hari ini sekaligus menjadi level tertinggi yang berhasil diraih BBRI dalam sebulan terakhir. Kinerja bulanan saham BBRI juga mengesankan, dengan kenaikan 7,31 persen dibandingkan posisinya pada 18 Juli 2025 di level 3.860.
Disclaimer: Artikel ini bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Semua rekomendasi dan analisis saham berasal dari analis sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor. Pastikan untuk melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi.
Ringkasan
Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menguat signifikan sebesar 2,72 persen menjadi Rp 4.150 pada 20 Agustus 2025, mencatat level tertinggi dalam sebulan terakhir. Kenaikan ini dipicu oleh keputusan Bank Indonesia yang memangkas suku bunga acuan menjadi 5 persen. Pemotongan suku bunga diharapkan dapat menekan biaya dana perbankan dan mendorong peningkatan permintaan kredit, terutama dari segmen UMKM yang merupakan kekuatan utama BRI.
Dalam perbandingan, saham BMRI memimpin penguatan diikuti BBRI dan BBNI, sementara BBCA menunjukkan kenaikan moderat karena kurang responsif terhadap stimulus suku bunga. Sektor perbankan diuntungkan dalam jangka pendek, namun penyaluran kredit membutuhkan waktu dan kualitas aset mikro perlu dijaga. Untuk jangka panjang, BBRI dinilai memiliki fundamental yang solid berkat jaringan mikro yang luas dan dorongan digitalisasi.