BI komitmen masuk ke pasar SBN demi jaga nilai rupiah

Selain stabilisasi di pasar SBN, BI terus aktif menjaga nilai tukar rupiah melalui operasi moneter.

BANK Indonesia (BI) berkomitmen menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan arus keluar modal asing. Salah satu langkah yang dilakukan adalah masuk ke pasar Surat Berharga Negara (SBN) untuk menjaga pergerakan imbal hasil agar tetap seimbang dan menjaga daya tarik aset rupiah di tengah ketatnya persaingan global.

“Pada saat terjadi outflow yang cukup besar di SBN beberapa hari yang lalu, Bank Indonesia masuk step in supaya yield itu tetap terjaga. Dalam artian, tidak terlalu naik tinggi dan tidak terlalu rendah,” kata Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti dalam acara Economic Outlook 2026 CNBC Indonesia di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026.

Selain stabilisasi di pasar SBN, Destry mengatakan BI terus aktif menjaga nilai tukar rupiah melalui operasi moneter. Bank sentral secara konsisten berada di pasar dengan menerapkan strategi smart intervention, baik melalui pasar spot, non-deliverable forward (NDF) di luar negeri, maupun domestic non-deliverable forward (DNDF).

Menurut Destry, dinamika dan gejolak di pasar keuangan merupakan hal yang wajar di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi. Namun demikian, ia mencatat adanya perbaikan pada arus modal asing. Secara year to date (YTD) hingga 6 Februari 2026, tercatat inflow sebesar Rp 15,44 triliun, terutama ke pasar SBN dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Destry mengingatkan bahwa tekanan volatilitas tidak hanya dialami Indonesia, tetapi juga terjadi pada berbagai mata uang global dan regional. Menurut dia, ketidakpastian global mendorong investor bersikap lebih selektif dan mencari instrumen safe havenseperti obligasi pemerintah Amerika Serikat dan emas.

“Sama juga yang terjadi di mata uang. Mereka akan melihat mana yang yield-nya akan memberikan return tinggi. Uang itu kan tidak ada yang ‘loyal’, hanya loyal pada berapa return yang didapat dengan 1 persen atau 1 rupiah atau 1 dolar saya invest,” ujarnya.

Pilihan Editor: Untuk Apa Kementerian Keuangan Mengambil Alih PNM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *