Bos Chandra Asri Serap 38.500 Saham TPIA: Sinyal Positif?

Edi Riva'i, Direktur Chandra Asri, membeli 38.500 saham TPIA untuk investasi. Pembangunan pabrik CA-EDC di Cilegon mencapai 33%, mendukung hilirisasi nasional.

Inapos – JAKARTA — Direktur Legal dan Hubungan Eksternal PT Chandra Asri Pasific Tbk. (TPIA), Edi Riva’i, menambah kepemilikan sahamnya di perusahaan tersebut. Transaksi yang dilakukan pada 9 September 2025 ini meliputi 38.500 lembar saham, sehingga total kepemilikan saham TPIA-nya kini mencapai 106.200 lembar. Harga pembelian saham bervariasi, antara Rp7.575 hingga Rp7.875 per saham. Dalam keterbukaan informasi, Riva’i menyatakan tujuan pembelian saham ini adalah untuk investasi pribadi.

Berkaitan dengan TPIA, Chandra Asri (TPIA), perusahaan yang berafiliasi dengan Prajogo Pangestu, baru-baru ini mengumumkan kemajuan pembangunan pabrik Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon, Banten. Proyek yang digadang-gadang berstandar internasional dan dikelola oleh anak usaha PT Chandra Asri Alkali (CAA) ini telah mencapai 33% penyelesaian.

Presiden Direktur dan CEO Chandra Asri Group, Erwin Ciputra, menjelaskan bahwa progres pembangunan meliputi persiapan lahan, pemadatan tanah, dan konstruksi fasilitas jetty. Fasilitas jetty ini dirancang untuk menunjang distribusi produk ke pasar domestik maupun Asia Tenggara. Tahapan-tahapan ini, menurut Erwin, merupakan fondasi penting sebelum memasuki tahap pembangunan fondasi bangunan, struktur, instalasi peralatan, dan jaringan pendukung. Ia menegaskan komitmen perusahaan untuk memastikan proyek CA-EDC berjalan sesuai rencana, demi mendukung kemandirian industri kimia Indonesia.

Kemajuan konstruksi pabrik CA-EDC ini menjadi bukti nyata komitmen TPIA dalam mendukung program hilirisasi nasional. Erwin Ciputra menambahkan bahwa pabrik ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia di pasar Asia Tenggara dan menciptakan nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan. Fase pertama proyek ini akan menghasilkan kapasitas produksi 400.000 ton soda kaustik padat per tahun (setara 827.000 ton dalam bentuk cair) dan 500.000 ton Ethylene Dichloride.

Proyek CA-EDC diproyeksikan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor kedua bahan kimia strategis tersebut, sekaligus mendorong kemandirian industri dan memperkuat hilirisasi nasional. Fase kedua pembangunan akan difokuskan pada peningkatan kapasitas produksi Chlor Alkali dan pengembangan produk turunan berbasis klorin. Saat ini, studi kelayakan sedang dilakukan untuk mengevaluasi potensi hilirisasi lebih lanjut demi menciptakan nilai tambah yang lebih besar, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat rantai nilai industri kimia dalam negeri.

Produksi Ethylene Dichloride ditargetkan untuk pasar ekspor, dengan potensi devisa hingga Rp5 triliun per tahun. Sementara itu, substitusi impor soda kaustik diproyeksikan mampu menghasilkan penghematan hingga Rp4,9 triliun per tahun.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Ringkasan

Direktur Legal dan Hubungan Eksternal PT Chandra Asri Pasific Tbk. (TPIA), Edi Riva’i, membeli 38.500 saham TPIA pada 9 September 2025, meningkatkan kepemilikannya menjadi 106.200 lembar. Pembelian ini disebut sebagai investasi pribadi. Proyek pembangunan pabrik Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) Chandra Asri di Cilegon, Banten, telah mencapai 33% penyelesaian.

Pabrik CA-EDC, yang ditargetkan beroperasi dalam dua fase, akan menghasilkan 400.000 ton soda kaustik padat dan 500.000 ton Ethylene Dichloride per tahun. Proyek ini bertujuan mengurangi ketergantungan impor, meningkatkan hilirisasi, dan menghasilkan potensi devisa hingga Rp5 triliun serta penghematan hingga Rp4,9 triliun per tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *