IHSG diprediksi kembali menguat ke level 8.390 pekan depan

IHSG diperkirakan bergerak mixed cenderung menguat terbatas pada awal perdagangan pekan depan, Senin, 23 Februari 2026.

VICE President Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) bergerak mixed cenderung menguat terbatas pada awal perdagangan pekan depan, Senin, 23 Februari 2026.

“Dalam rentang level support 8.208 dan resistance 8.390 dengan indikator MACD menunjukkan penguatan tren,” kata Oktavianus, dalam keterangan tertulis, Ahad, 22 Februari 2026. Menurut dia, ada tiga faktor yang memengaruhi pergerakan IHSG pada pekan depan.

Faktor pertama adalah kemajuan untuk finalisasi kesepakatan antara regulator Indonesia dan Morgan Stanley Capital International (MSCI). Menurut Oktavianus, jika mendapatkan keputusan yang sesuai, potensi rebalancing MSCI dan dicabutnya interm freeze akan menjadi sentimen positif di pasar.

Faktor kedua adalah pembatalan tarif Trump oleh Mahkamah Agung Amerika Serikat. Ia berpendapat, sikap Mahkamah akan cenderung memberikan sinyal yang lebih kondusif untuk ekonomi global.

Selain itu, Oktavianus memperkirakan penguatan IHSG dipengaruhi penguatan harga komoditas seperti emas dan perak. Penguatan harga emas, kata dia, akan memberikan sentimen positif kepada emiten terkait.

Berangkat dari analisis pergerakan IHSG tersebut, Oktavianus merekomendasikan dua saham pilihan dengan analisis teknikal yakni AMMN dan EXCL. Untuk AMMN, dia memprediksi saham akan bergerak di level support 7.550 dan resistance di 8.525. Sementara saham EXCL diperkirakan berada di level support 2.930 dan resistance 3.470.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat IHSG menguat 0,72 persen pada pekan ini. IHSG ditutup di level 8,271,76 pada Jumat, 20 Februari 2026. Sementara pada pekan lalu, IHSG ditutup pada level 8,212,27.

“Data perdagangan saham di BEI selama periode 16-20 Februari 2026 ditutup pada zona positif,” ucap Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad dalam keterangan resmi pada Jumat, 20 Februari 2026.

Dia mengatakan kapitalisasi pasar meningkat 0,35 persen menjadi Rp 14.941 triliun dari Rp 14.889 triliun pada pekan sebelumnya. Adapun investor asing mencatatkan nilai beli bersih Rp 240,57 miliar pada Jumat, 20 Februari 2026. Sedangkan sepanjang tahun ini, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 14,42 triliun.

Peningkatan tertinggi tercatat pada rata-rata frekuensi transaksi harian sebesar 11,99 persen menjadi 3,06 juta kali transaksi dari 2,73 juta kali transaksi pada pekan lalu. Rata-rata volume transaksi harian BEI juga meningkat pekan ini, yaitu sebesar 3,87 persen menjadi 47 miliar lembar saham dari 45,24 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.

Selain itu, rata-rata nilai transaksi harian juga turut meningkat, yaitu sebesar 3,02 persen menjadi Rp 23,89 triliun. Sedangkan pada pekan sebelumnya nilai transaksi harian tercatat sebesar Rp 23,19 triliun.

Anastasya Lavenia Yudi berkontribusi dalam penulisan artikel ini

Pilihan Editor: OJK: Buyback dan Kenaikan Free Float Bisa Berdampingan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *