
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan bergerak variatif dengan kecenderungan melemah pada perdagangan awal pekan, Senin, 1 September 2025. Prediksi ini menempatkan IHSG dalam rentang level support 7.745 (atau MA20) dan resistance 7.920, demikian disampaikan VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, dalam sebuah pernyataan tertulis yang dirilis pada Minggu, 31 Agustus 2025.
Menurut Oktavianus, sentimen negatif utama yang akan memengaruhi perdagangan saham besok adalah kondisi politik dalam negeri. Ia menyoroti meningkatnya kekhawatiran investor asing terhadap eskalasi ketidakstabilan politik domestik. Sentimen negatif ini diperkuat dengan catatan modal keluar (capital outflow) sebesar Rp 1,1 triliun yang terjadi di seluruh perdagangan pada 29 Agustus.
Selain faktor politik, Oktavianus juga memprediksi bahwa perdagangan besok akan diwarnai oleh tekanan signifikan terhadap nilai tukar Rupiah yang saat ini berada di atas level Rp 16.400 per dolar AS. Namun, di tengah tekanan tersebut, indeks saham dari sektor barang baku justru diproyeksikan menunjukkan pergerakan positif.
Proyeksi positif untuk sektor barang baku ini didorong oleh lonjakan harga emas dunia yang mencatatkan level tertinggi dalam sebulan terakhir, mencapai US$ 3.400 per troy ounce. Selain sektor barang baku, prospek positif juga terlihat pada defensive sector atau sektor defensif, yang cenderung stabil di tengah gejolak pasar.
Pada perdagangan sepekan terakhir, IHSG mencatatkan pelemahan sebesar 0,36 persen, di tengah gelombang demonstrasi yang melanda berbagai kota. Indeks ditutup pada level 7.830,4 pada Jumat, 29 Agustus 2025, turun dari posisi 7.858,8 pada pekan sebelumnya.
Di sisi lain, aktivitas transaksi di pasar modal menunjukkan peningkatan yang signifikan. Rata-rata nilai transaksi harian melonjak 40 persen menjadi Rp 25,22 triliun dari Rp 17,92 triliun pada pekan sebelumnya. Demikian pula, rata-rata volume transaksi harian Bursa Efek Indonesia (BEI) tumbuh 19,56 persen, mencapai 47,19 miliar lembar saham dari 39,47 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.
“Rata-rata frekuensi transaksi harian selama pekan ini mengalami peningkatan sebesar 8,80 persen menjadi 2,31 juta kali transaksi dari 2,12 juta kali transaksi pada pekan lalu,” kata Pelaksana Harian Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Aulia Noviana Utami Putri, dalam keterangan tertulisnya yang dikutip pada Sabtu, 30 Agustus 2025.
Kendati demikian, kapitalisasi pasar Bursa tercatat meningkat tipis 0,36 persen sepanjang pekan ini, mencapai Rp 14.182 triliun dari Rp 14.131 triliun pada pekan sebelumnya.
Adil Al Hasan berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Pilihan Editor: Bisnis yang Tumbuh Saat Pasar Modal Bergejolak. Apa Itu?
Ringkasan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak variatif cenderung melemah pada Senin, 1 September 2025, dengan level support 7.745 dan resistance 7.920. Sentimen negatif utama berasal dari kekhawatiran investor asing terhadap ketidakstabilan politik domestik, yang tercermin dari modal keluar Rp 1,1 triliun dan tekanan pada nilai tukar Rupiah di atas Rp 16.400 per dolar AS.
Meski demikian, sektor barang baku dan defensif diprediksi positif, didorong oleh lonjakan harga emas dunia. Pada sepekan terakhir, IHSG melemah 0,36% menjadi 7.830,4, namun aktivitas transaksi harian di pasar modal, termasuk nilai, volume, dan frekuensi, menunjukkan peningkatan signifikan. Kapitalisasi pasar Bursa juga tercatat meningkat tipis 0,36%.