Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer, kini tengah menghadapi persoalan hukum serius. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melancarkan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap 20 individu, termasuk Immanuel yang akrab disapa Noel, atas dugaan pemerasan terkait penerbitan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Dalam operasi senyap tersebut, komisi antirasuah tidak hanya mengamankan para terduga pelaku, tetapi juga menyita sejumlah aset berharga milik Ketua Umum Prabowo Mania 08 itu. Wakil Ketua KPK, Fitroh Cahyanto, pada Kamis, 21 Agustus 2025, mengungkapkan, “Yang pasti ada uang, ada puluhan mobil dan ada motor Ducati,” mengindikasikan skala pemerasan yang diduga terjadi.
Sosok Immanuel Ebenezer dikenal luas sebagai aktivis dan kader Partai Gerindra yang memiliki rekam jejak politik panjang. Kariernya semakin mencuat saat ia menjabat sebagai Ketua Umum Jokowi Mania Nusantara (Joman), memberikan dukungan penuh kepada Joko Widodo dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Konsistensinya dalam ranah politik berlanjut pada Pemilu 2024, di mana Noel menunjukkan totalitas dukungannya terhadap pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, sebuah dukungan yang kemudian mengantarkannya menduduki kursi wakil menteri dalam Kabinet Merah Putih era Presiden Prabowo.
Sepuluh bulan menjabat sebagai wakil menteri, Noel sempat menjadi sorotan publik atas keterlibatannya dalam berbagai isu perburuhan, khususnya dalam kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran di PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) pada awal tahun ini. Kala itu, Noel menegaskan bahwa pemerintah turun tangan untuk mencegah PHK masif dan bahkan membenarkan pelibatan aparat penegak hukum dalam upaya penyelamatan perusahaan tekstil tersebut. “Niat kami baik,” ujarnya kepada Tempo dalam wawancara khusus di kantornya, Rabu, 5 Februari 2025.
Perlu diketahui, PT Sritex secara resmi telah menghentikan operasionalnya pada 1 Maret 2025. Di sisi lain, Kejaksaan Agung juga sedang mendalami dugaan korupsi dalam pemberian kredit kepada Sritex. Direktur Utama Sritex, Iwan Kurniawan Lukminto, dan Komisaris Utama, Iwan Setiawan Lukminto, bahkan telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan dalam kasus tersebut, menambah kompleksitas permasalahan yang melingkupi perusahaan.
Lebih lanjut, Noel juga mengakui peran pemerintah dalam melibatkan kepolisian dan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk meredam demonstrasi buruh Sritex di Jakarta. Ia menjelaskan bahwa demonstrasi merupakan pilihan terakhir setelah jalur komunikasi menemui jalan buntu. Menurutnya, pelibatan BIN dan aparat penegak hukum lainnya adalah hal yang wajar karena mereka merupakan instrumen negara. “Penting, dong. Mereka instrumen negara. Sekarang ada saya dan desk tenaga kerja di kepolisian,” tambahnya.
Di hadapan para buruh, Noel sempat mengumbar janji untuk memperjuangkan nasib mereka agar tidak kehilangan pekerjaan. Bahkan, ia menyatakan kesediaannya untuk kehilangan jabatan demi membela hak-hak pekerja. “Saya lebih baik kehilangan jabatan saya dari pada saya melihat saudara-saudara saya harus di-PHK. Dan saya tidak pernah ikhlas selalu tetap di garis terdepan perjuangan nasib (buruh),” ucapnya kala itu.
Mengenai statusnya pasca-OTT, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyatakan bahwa posisi Wakil Menteri Ketenagakerjaan tidak akan langsung diisi jika Noel dicopot. Prasetyo menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto belum tentu melakukan perombakan kabinet. “Ya bisa jadi seperti itu kan, belum tentu ada pergantian. Tidak kemudian langsung otomatis diganti. Karena ini wakil, ya, kecuali menteri,” kata Prasetyo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 21 Agustus 2025.
Prasetyo menambahkan bahwa pemerintah masih menunggu hasil pemeriksaan selama 1×24 jam oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap wakil menteri yang disapa Noel tersebut. Dengan tegas, Prasetyo menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto akan segera mencopot Noel apabila terbukti bersalah. “Bahwa kemudian itu apakah akan terjadi pergantian yang diistilahkan reshufle? Belum tentu, tunggu dulu,” pungkasnya, tanpa memerinci apakah pencopotan akan menunggu penetapan status tersangka atau hingga putusan pengadilan nanti.
Eka Yudha berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Pilihan Editor: Nasib Ojol dan Pentingnya Koperasi Perkotaan
Ringkasan
Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer, yang akrab disapa Noel, ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama 20 orang lainnya dalam operasi tangkap tangan (OTT). Ia diduga terlibat pemerasan terkait penerbitan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), dengan KPK menyita sejumlah aset berharga miliknya. Noel, seorang aktivis dan kader Partai Gerindra, baru menjabat wakil menteri selama sepuluh bulan di Kabinet Merah Putih.
Sebelum penangkapannya, Noel menjadi sorotan karena perannya dalam kasus PHK besar-besaran di PT Sritex, bahkan mengakui pelibatan kepolisian dan BIN untuk meredam demonstrasi buruh. Ia sempat berjanji akan membela nasib pekerja Sritex meskipun harus kehilangan jabatan. Menteri Sekretaris Negara menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto akan mencopot Noel jika terbukti bersalah, namun posisinya belum tentu langsung diisi.