jatim.jpnn.com, SURABAYA – Atmosfer pertandingan Fifa Matchday antara Timnas Indonesia melawan Chinese Taipei di Stadion Gelora Bung Tomo pada Jumat (5/9) lalu menjadi panggung utama bagi eksperimen taktik. Kedua tim, khususnya para pelatih, memanfaatkan laga ini sebagai ajang uji coba strategi dan kekuatan skuad.
Dalam pertandingan tersebut, tercatat kedua kesebelasan sama-sama melakukan banyak pergantian pemain, sebuah langkah yang lumrah untuk menambah variasi kekuatan dan mengevaluasi kedalaman tim. Di kubu Timnas Indonesia, perhatian utama tertuju pada penerapan skema empat bek, sebuah sistem yang menjadi fokus uji coba internasional ini.
Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, tidak memberikan jawaban spesifik mengenai detail, namun ia secara gamblang mengungkapkan keinginannya untuk mempertahankan skema ini dalam jangka waktu panjang. Ia menjelaskan bahwa pada dua blok sebelumnya, sulit sekali untuk langsung mengubah sistem yang ada.
“Para pemain datang dari negara yang berbeda. Kami hanya memiliki satu atau dua hari untuk beradaptasi, dan itu sulit untuk menerapkan sistem ini, tetapi sekarang, Anda tahu, saya tahu bahwa para pemain bisa melakukannya,” ujar mantan Asisten Pelatih Timnas Belanda tersebut.
Kluivert melanjutkan, skema ini telah lama menjadi ambisinya untuk diterapkan. Ia menilai para pemain mampu tampil dengan baik sepanjang pertandingan berlangsung dan menunjukkan peningkatan signifikan. “Para pemain terhubung lebih baik daripada sistem sebelumnya, itu pendapat saya. Tentu saja ada beberapa hal yang bisa lebih baik. Tetapi ini hanya awal, dan kami ingin menyempurnakan sistem ini, saya harap terus menerapkan ini,” tuturnya penuh harap.
Rencananya, sistem permainan yang diusung Timnas Indonesia saat menghadapi Chinese Taipei ini akan kembali diaplikasikan ketika bertemu Lebanon pada Senin (8/9) mendatang. “Sistem lain tidak boleh kami lupakan, tetapi ini adalah sistem baru yang akan kami terapkan, dan melawan Lebanon tentu saja saya tidak ingin mengubah sistem. Saya hanya ingin menyempurnakan sistem. Ada hal lain yang harus diperbaiki,” jelasnya, menegaskan fokus pada penyempurnaan.
Di akhir pernyataannya, eks bintang Ajax dan Barcelona ini memuji anak asuhnya yang mampu mengeksekusi sistem dan mendengarkan instruksinya dari pinggir lapangan dengan baik. “Kepercayaan diri tim adalah hal yang paling penting, itulah yang harus kami harapkan. Tidak masalah melawan siapa pun karena harus melihat tim itu sendiri,” pungkas Patrick Kluivert. (mcr23/jpnn)
Ringkasan
Pertandingan Fifa Matchday antara Timnas Indonesia melawan Chinese Taipei di Stadion Gelora Bung Tomo pada Jumat (5/9) digunakan sebagai ajang uji coba strategi. Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, fokus menerapkan dan mengevaluasi skema empat bek yang menjadi ambisinya. Ia mengamati para pemain menunjukkan peningkatan signifikan dan mampu mengadaptasi sistem baru ini dengan baik.
Kluivert berencana mempertahankan skema empat bek ini dalam jangka panjang, setelah sebelumnya sulit diterapkan karena waktu adaptasi yang singkat. Sistem ini akan kembali diterapkan saat Timnas Indonesia menghadapi Lebanon, dengan tujuan untuk terus menyempurnakannya. Pelatih menekankan pentingnya kepercayaan diri tim dalam setiap pertandingan.