Indonesia Open diuntungkan, PBSI beri reaksi usai BWF bikin gebrakan untuk turnamen Super 1000

PBSI memberikan reaksi usai BWF mengubah format untuk turnamen level 1000 mulai tahun 2027-2030 mendatang

Inapos PBSI melalui Kabid Luar Negeri, Bambang Roedyanto, memberikan respons atas gebrakan yang dilakukan BWF untuk event mereka pada 2027-2030 mendatang.

Federasi Bulu Tangkis Dunia atau BWF telah resmi membuat perubahan untuk turnamen World Tour dan Kejuaraan Beregu mereka yang mulai efektif diterapkan pada tahun depan.

Salah satu yang disorot adalah event BWF level 1000 di mana Indonesia Open menjadi salah satu ajang yang masuk dalam kategori tersebut.

Mulai tahun depan, Indonesia Open akan berjalan dengan format berbeda di mana akan ada 48 pemain untuk sektor tunggal putra dan putri dari semula 32 kontestan.

Persaingan dibuka melalui fase grup lalu diteruskan pada fase gugur hingga babak final yang memakan durasi total 11 hari dari sebelumnya hanya 6 hari atau 1 pekan saja.

Adapun untuk sektor ganda, format akan tetap berjalan seperti yang saat ini ditampilkan dengan langsung menggunakan sistem gugur dengan 32 pasangan.

Terkait perubahan ini, Bambang Ruedyanto selaku Kabid Luar Negeri PBSI menegaskan Indonesia mendukung langkah tersebut.

Penerapan format baru Indonesia Open dengan durasi 11 hari sebagai turnamen level Super 1000 merupakan bagian dari komitmen dalam mendukung arah pengembangan level dunia yang dicanangkan BWF.

Bambang sendiri juga tak menampik jika penambahan durasi waktu turnamen ini akan meningkatkan biaya operasional.

Gebrakan BWF Disentil Legenda Malaysia, Turnamen 11 Hari Bikin Atlet Boncos

“Dari sisi penyelenggara, penerapan durasi 11 hari tentu berdampak pada meningkatnya biaya operasional karena waktu pelaksanaan yang lebih panjang,” ucap Bambang.

Terlepas dari itu, sisi positif diungkapkan oleh Bambang di mana hal ini menjadi sebuah investasi jangka panjang sekaligus menjaga citra dan pamor Indonesia Open sebagai salah satu turnamen bergengsi.

“Namun PBSI memandang hal ini sebagai investasi jangka panjang untuk mempertahankan posisi Indonesia Open sebagai turnamen premier dunia,” kata Bambang.

“Hal ini sekaligus menghadirkan standar penyelenggaraan yang sejalan dengan arah global BWF,” imbuhnya, melalui siaran PBSI yang diterima BolaSport.com.

Lebih lanjut Bambang menjelaskan, format baru ini juga memberikan nilai tambah dari sisi atlet.

“Jumlah peserta nomor tunggal bertambah dari 32 menjadi 48 pemain, sehingga membuka peluang yang lebih luas bagi atlet untuk tampil di level tertinggi,” kata Bambang.

“Atlet juga akan menjalani lebih banyak pertandingan karena menggunakan sistem setengah kompetisi hingga lolos ke babak 16 besar,” imbuhnya.

Menurut Bambang, aspek kondisi bertanding dan pemulihan atlet menjadi perhatian utama.

“Dengan durasi turnamen yang lebih panjang serta hanya mengunakan dua lapangan pertandingan, atlet memiliki waktu istirahat yang lebih memadai,” kata Bambang.

“Hal ini diharapkan dapat menjaga kualitas permainan dan performa atlet sepanjang turnamen,” tambahnya.

Selain aspek teknis dan kompetisi, Bambang menekankan bahwa Indonesia Open juga akan dikemas dengan pendekatan sportainment.

“Dengan durasi yang lebih panjang, penyelenggaraan Indonesia Open memungkinkan hadirnya berbagai elemen hiburan dan aktivasi di luar lapangan pertandingan,” kata Bambang.

“Sportainment menjadi bagian penting untuk menghadirkan pengalaman menonton yang lebih menarik bagi penonton di arena maupun penggemar yang mengikuti melalui siaran dan platform digital,” imbuhnya.

PBSI menilai bahwa penguatan unsur sportainment, sejalan dengan kualitas kompetisi yang semakin tinggi, akan memperkuat daya tarik Indonesia Open sebagai ajang olahraga dan hiburan kelas dunia.

Selain itu, ajang ini sekaligus diharapkan mendukung upaya BWF dalam memperluas jangkauan dan popularitas bulutangkis secara global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *