Janice Tjen: Petenis Indonesia di Grand Slam Setelah 20 Tahun!

Janice Tjen, petenis Indonesia pertama di Grand Slam sejak 2004, siap hadapi Veronika Kudermetova di US Open 2025.

Inapos – Nama Janice Tjen mendadak menjadi sorotan utama setelah sukses mengukir sejarah sebagai petenis tunggal putri Indonesia pertama yang menembus babak utama Grand Slam sejak tahun 2004. Pencapaian luar biasa ini tentu memicu pertanyaan: siapakah sebenarnya Janice Tjen yang kini menjadi harapan baru tenis Merah Putih?

Janice Tjen benar-benar mengguncang publik tenis, baik di kancah global maupun nasional, pada Jumat (22/8) malam. Petenis kelahiran Jakarta, 6 Mei 2002, ini berhasil menaklukkan unggulan ketiga asal Jepang, Aoi Ito, dalam final kualifikasi US Open 2025, membuka jalan menuju pentas akbar tenis dunia.

Dalam duel sengit yang berlangsung di lapangan keras USTA Billie Jean King Tennis Center, Janice Tjen menunjukkan dominasi penuh dengan kemenangan meyakinkan 6-1, 6-2. Sepanjang 49 menit pertandingan, ia tampil ciamik, mencatatkan empat ace dan empat winner, tanpa sekalipun melakukan unforced error. Sebuah performa yang hampir sempurna.

Kemenangan Janice Tjen ini semakin menarik perhatian karena lawan yang dihadapinya, Aoi Ito, bukanlah petenis sembarangan. Sebelumnya, Ito sempat membuat kejutan besar dengan mengalahkan petenis top dunia seperti Jasmine Paolini (peringkat delapan dunia) dan Anastasia Pavlyuchenkova di dua turnamen WTA 1000, yakni Montreal dan Cincinnati.

Janice Tjen Cetak Sejarah Usai Tembus Babak Utama US Open 2025, Pelti: Bab Baru Tenis Putri Indonesia

Lebih dari sekadar kemenangan, keberhasilan ini memastikan Janice Tjen menjadi satu-satunya wakil Indonesia di babak utama Grand Slam US Open 2025. Ini adalah capaian historis, mengingat wakil terakhir Merah Putih yang tampil di turnamen mayor WTA adalah Angelique Widjaja pada tahun 2004.

Pengakuan atas prestasi ini datang langsung dari penyelenggara. “Membuat sejarah bagi negara Indonesia. Janice Tjen menjadi petenis Indonesia pertama yang lolos ke babak utama Grand Slam sejak Angelique di US Open 2004,” demikian bunyi pernyataan resmi US Open yang dikutip Sabtu (23/8).

Tentu saja, banyak yang bertanya-tanya tentang sosok Janice Tjen. Pasalnya, publik tenis putri Indonesia selama ini lebih akrab dengan nama Aldila Sutjiadi, petenis ganda yang telah malang melintang di berbagai turnamen internasional, termasuk Grand Slam. Untuk menjawab rasa penasaran tersebut, mari kita telusuri profil dan perjalanan karier Janice Tjen.

Profil Janice Tjen

Lahir di Jakarta pada 6 Mei 2002, Janice Tjen telah menunjukkan bakat dan minat yang besar terhadap olahraga tenis sejak usia dini. Ia dikenal sebagai petenis bermental baja dengan gaya bermain tangan kanan yang agresif, didukung oleh pukulan backhand satu tangannya yang khas.

Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Perunggu, Prestasi Meningkat di Asian Games

Untuk memuluskan ambisinya menjadi petenis profesional, Janice Tjen sempat menimba ilmu di Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan, Jakarta, sebuah kawah candradimuka bagi para atlet muda berprestasi. Bakatnya mulai bersinar terang saat ia meraih medali emas di ajang ASEAN Schools Games 2019 di Semarang, berhasil mengalahkan unggulan Thailand di final tunggal putri.

Setelah menuntaskan pendidikan dasarnya, Janice Tjen melanjutkan studi ke Amerika Serikat, langkah krusial dalam mengembangkan karier tenisnya. Ia bergabung dengan tim tenis Universitas Oregon, Oregon Ducks, dari tahun 2020 hingga 2021.

Kemudian, ia memutuskan untuk pindah ke Pepperdine University di California. Di sinilah permainannya semakin melesat, ditandai dengan peningkatan pengalaman dan deretan prestasi cemerlang di level universitas.

Selama berkuliah di Amerika Serikat, Janice Tjen sukses menorehkan berbagai penghargaan prestisius. Ia diakui dengan gelar ITA All-American dan WCC Player of the Year, bukti konsistensi dan dominasinya di kompetisi tenis kampus.

Puncak pencapaiannya di level perguruan tinggi terjadi pada tahun 2024, ketika ia berhasil menjadi runner-up di nomor ganda Kejuaraan NCAA. Prestasi ini menjadi tonggak penting yang menegaskan potensinya sebagai petenis muda berbakat dari Indonesia.

Nama Janice Tjen mulai dikenal lebih luas di kancah tenis nasional pada tahun 2023, saat ia mencatatkan debut di Asian Games 2022 yang digelar di Hangzhou, Tiongkok. Berpasangan dengan Aldila Sutjiadi di nomor ganda putri, duet ini sukses mempersembahkan medali perunggu bagi kontingen Indonesia.

Selain itu, Janice Tjen juga telah beberapa kali dipercaya untuk memperkuat tim Piala Fed Indonesia. Tercatat, ia telah tiga kali mewakili Merah Putih di ajang tenis beregu putri paling bergengsi ini, menunjukkan konsistensi yang cukup baik dengan meraih dua kemenangan di nomor ganda dari total empat pertandingan (dua tunggal dan dua ganda) yang dijalaninya.

Karier profesional Janice Tjen semakin melejit pasca-pengalaman tersebut. Ia rutin berlaga di berbagai turnamen ITF (International Tennis Federation). Gelar ITF pertamanya hadir di W15 Monastir pada Juni 2024, di mana ia bahkan berhasil meraihnya secara beruntun dalam dua pekan. Kemudian, pada Desember 2024, ia memenangkan gelar W35 pertamanya di Tauranga, yang sekaligus menjadi gelar ITF ketujuhnya sepanjang karier.

Pada tahun 2025 ini, Janice Tjen mencatatkan serangkaian prestasi gemilang. Di antaranya, ia memenangkan W50 Taizhou pada Juni 2025, yang menjadi gelar turnamen ITF dengan level tertinggi yang pernah ia raih. Di bulan yang sama, Janice juga berhasil meraih gelar W35 Taipei, menjadikannya trofi keenam di tahun ini, dan yang kelima secara beruntun.

Sebagai persiapan menjelang US Open 2025 bulan ini, Janice Tjen menunjukkan performa impresif dengan melaju ke final W75 perdana di Lexington dan final W100 pertamanya di Landisville. Ia juga sempat berpasangan dengan Aldila Sutjiadi di sektor ganda dalam ITF W100 Evansville sebagai pemanasan, meskipun langkah duet tersebut terhenti di babak perempat final.

Hingga Agustus 2025, Janice Tjen telah mengoleksi total 13 gelar juara di nomor tunggal dan 6 gelar di nomor ganda dari berbagai ajang ITF.

Kini, Janice Tjen siap mengukir babak baru dalam karier dan sejarahnya di US Open 2025. Ia akan menjalani debut Grand Slam-nya dengan menghadapi Veronika Kudermetova dari Rusia. Kudermetova sendiri bukan lawan sembarangan; ia adalah unggulan ke-24 US Open 2025 dan pernah menempati peringkat 9 dunia pada tahun 2022.

Ringkasan

Janice Tjen mengukir sejarah sebagai petenis tunggal putri Indonesia pertama yang menembus babak utama Grand Slam US Open 2025 sejak tahun 2004. Kelahiran Jakarta, 6 Mei 2002, ini berhasil mengalahkan unggulan ketiga asal Jepang, Aoi Ito, dengan skor meyakinkan 6-1, 6-2 di final kualifikasi. Kemenangan ini mengakhiri penantian 20 tahun bagi tenis putri Indonesia di turnamen mayor WTA, setelah terakhir kali diwakili Angelique Widjaja.

Janice Tjen dikenal sebagai petenis bermental baja dengan gaya agresif, menimba ilmu di SKO Ragunan dan menorehkan prestasi di level universitas di Amerika Serikat. Sebelum debut Grand Slam-nya, ia meraih medali perunggu ganda putri di Asian Games 2022 bersama Aldila Sutjiadi. Janice juga mengoleksi 13 gelar tunggal dan 6 gelar ganda di berbagai turnamen ITF.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *