Jumlah penumpang KRL Jabodetabek bakal naik 1 persen

Jumlah penumpang KRL jalur Jabodetabek sepanjang 2026 diperkirakan menyentuh 352 juta orang atau naik 1 persen.

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) memproyeksikan peningkatan jumlah penumpang kereta komuter jalur Jabodetabek pada tahun ini.

“Proyeksi kita untuk commuter line Jabodetabek itu sekitar 352 juta atau naik 1 persen,” kata Direktur Utama PT KCI Mochamad Purnomosidi, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, 26 Januari 2026.

Purnomo memperkirakan jumlah penumpang KRL jalur Jabodetabek sepanjang 2026 akan menyentuh 352 juta orang. Jumlah itu meningkat 1 persen dibandingkan total penumpang jalur Jabodetabek pada 2025 yang menyentuh 349 juta orang.

Selain rute Jabodetabek, proyeksi peningkatan jumlah penumpang akan terjadi pada jalur Bandara Soekarno Hatta dengan kenaikan 21 persen atau 2,8 juta orang sepanjang 2026. Kemudian area 1 Merak naik 1 persen menjadi 4,4 juta penumpang.

Begitu pun area 2 Bandung yang akan mengalami kenaikan jumlah penumpang sebesar 2 persen dengan prediksi 19 juta penumpang.

Sementara itu komuter area 6 Yogyakarta akan naik 6 persen menjadi 9,5 juta penumpang sedangkan area 6 Yogyakarta Prambanan Eksekutif akan naik 1 persen menjadi 1,1 juta penumpang. Terakhir, KCI memproyeksikan kenaikan di area 8 Surabaya sebesar 1 persen dengan total 16 juta penumpang. Dengan demikian, rata-rata kenaikan adalah 1,27 persen.

Dalam kesempatan yang sama, Purnomo mengumumkan volume penumpang KRL dari tahun ke tahun. Purnomo mengumumkan pertumbuhan jumlah penumpang sebesar 7,08 persen dari 2024 ke 2025 dengan total 400 juta orang. Angka itu lebih rendah dari pertumbuhan jumlah penumpang dari 2023 ke 2024 sebesar 12,83 persen.

Pada 2025, Purnomo menyatakan Bandung menjadi wilayah dengan kenaikan jumlah penumpang tertinggi yakni sebesar 15,89 persen dengan total pengguna sebanyak 18 juta orang pada tahun itu. Kemudian disusul Jogja dengan kenaikan sebesar 13,46 persen.

Secara geografis, Bogor menjadi jalur komuter dengan volume pengguna tertinggi se-Jabodetabek. KCI mencatat ada 153 juta penumpang yang menggunakan jalur Bogor sepanjang 2025. Kemudian disusul jalur Cikarang sebanyak 84,5 juta penumpang, dan jalur Rangkasbitung sebanyak 76,6 juta penumpang.

Purnomo melaporkan sepanjang 2025 KCI telah mengganti sejumlah rangkaian kereta yang telah berusia tua. Kereta yang dimaksud adalah 11 rangkaian kereta CLI-125 dari Cina; empat rainset CLI-225 produksi PT INKA; serta tiga kereta petani dan pedagang.

Purnomo menyatakan KCI masih menanti pengiriman 12 armada baru yang diproduksi INKA yang akan mengganti kereta lama. 12 rangkaian itu akan dikirimkan secara bertahap hingga Juni 2026.

“Kita harapkan dengan kereta-kereta baru ini bisa meningkatkan performa dan bisa meningkatkan layanan kami kepada masyarakat,” tutur dia.

Pilihan Editor: Alasan Tertundanya Perpanjangan Rute KRL hingga Karawang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *