Kata 3 menteri Prabowo soal ekspansi Indomaret dan Alfamart

Tiga menteri Prabowo pernah menyoroti soal ekspansi Indomaret dan Alfamart, serta kaitannya dengan keberadaan Koperasi Desa Merah Putih.

SEDIKITNYA ada tiga menteri di jajaran kabinet Merah Putih pernah menyoroti keberadaan jaringan retail modern seperti Alfamart dan Indomaret serta kaitannya dengan keberadaan Koperasi Desa Merah Putih. Mereka adalah Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar dan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto.

Apa saja pernyataan mereka? Simak rangkumannya berikut ini.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono

Ferry Juliantono menyatakan pemerintah tidak berencana menyetop ekspansi Alfamart dan Indomaret. Yang akan dilakukan pemerintah, kata dia, adalah mengatur terhadap keberadaan minimarket, terutama di wilayah pedesaan.

Ia juga menilai desa sebaiknya tidak didominasi oleh ritel modern karena sudah memiliki Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih. “Biar uang itu berputar di desa tidak ke pemilik saham yang di Jakarta,” katanya di Jakarta pada Sabtu, 21 Februari 2026 seperti dikutip dari Antara.

Hal ini disampaikan Ferry menanggapi kabar yang menyebutkan bahwa pemerintah akan menghentikan ekspansi retail modern seiring beroperasinya Koperasi Desa Merah Putih. “Saya banyak mendengar dari kepala daerah bahwa mereka akan moratorium peraturan tentang keberadaan ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart dan harus diatur kembali.”

Ferry juga menyebutkan bahwa meski tanpa retail modern, pemerintah menyiapkan strategi penguatan Kopdes Merah Putih yang ditargetkan tumbuh hingga puluhan ribu unit. Kehadiran koperasi ini diyakini mampu membuka lapangan kerja bagi generasi muda milenial dan Gen Z, sekaligus menjadi wadah pemasaran produk lokal dan UMKM. Koperasi Desa Merah Putih pun dipastikan akan tetap menjalin kerja sama dengan warung tradisional, termasuk warung Madura serta retail digital.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto

Yandri pernah menyatakan keberadaan Koperasi Desa Merah Putih sebagai salah satu solusi menghadapi persoalan dominasi retail modern di desa-desa. “Kopdes, program strategis nasional, saya kira salah satu kata kunci untuk kita memastikan pelayanan ekonomi tidak dikuasai oleh segelintir orang,” kata dia dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 12 November 2025, seperti dikutip dari Antara.

Hal itu disampaikan Yandri untuk merespons pertanyaan Komisi V DPR RI terkait dengan upaya mengatasi dominasi ritel modern, seperti Indomaret dan Alfamart yang mengancam keberlangsungan UMKM milik warga desa. Ia pun yakin Koperasi Desa bakal jadi pusat ekonomi rakyat yang mampu memenuhi berbagai kebutuhan warga desa, mulai dari kebutuhan sembako, pupuk, hingga elpiji.

Nantinya, kata dia, Koperasi Desa Merah Putih juga akan dirancang sebagai sistem usaha bersama yang menggerakkan ekonomi desa tanpa menyingkirkan warung tradisional. Pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Keuangan, serta Kementerian Dalam Negeri untuk merumuskan regulasi yang melindungi usaha kecil agar tetap hidup berdampingan dengan Kopdes Merah Putih.

Yandri juga menegaskan bahwa keberadaan ritel modern, terutama di desa, tidak perlu ditambah karena berpotensi mematikan usaha kecil masyarakat. Oleh sebab itu, diperlukan sistem ekonomi alternatif yang lebih berpihak pada pelaku usaha lokal. “Kalau saya secara pribadi atau bisa jadi sikap saya sebagai Menteri Desa, sudah cukup, tidak perlu lagi tambah.”

Selain memperkuat Koperasi Desa, Kemendes PDT menargetkan 20 ribu Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dapat terlibat dalam rantai pasok kebutuhan pangan nasional, termasuk dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Saat ini sudah ada sekitar 400 BUMDes yang menjadi pemasok program pangan, mulai dari beras, telur, hingga ikan. Ini bagian dari konsep ‘dari desa, oleh desa, dan untuk desa’,” ujarnya.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar

Muhaimin Iskandar pernah menyoroti ekspansi besar-besaran jaringan retail modern seperti Indomaret dan Alfamart telah mengancam keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terutama di perdesaan.

“Retail-retail raksasa yang masuk ke kampung-kampung kita ‘membunuh’ ekonomi rakyat termasuk ‘membunuh’ para pelaku UMKM. Terus terang, raksasa gurita itu bernama Indomaret dan Alfamart yang betul-betul membawa ancaman dan bahaya bagi tumbuhnya UMKM kita,” kata Menko Muhaimin Iskandar di Jakarta, Selasa, 28 Oktober 2025, seperti dikutip dari Antara.

Hal itu terjadi, menurut Muhaimin, karena rantai bisnis dua jaringan retail modern itu telah membentuk sistem ekonomi tertutup mulai dari produsen hingga distribusi, sehingga membuat pelaku usaha kecil di tingkat lokal tidak memiliki kesempatan untuk bersaing secara sehat. “Dari hulu ke hilir, produsen sampai ke distribusinya menjadi satu titik. Sehingga pemerintah daerah kewalahan.”

Muhaimin menyebutkan pemerintah sendiri berencana memperkuat ekonomi desa melalui pembentukan Koperasi Desa Merah Putih yang diharapkan bisa mewadahi pelaku UMKM lokal sehingga memiliki daya tawar yang lebih kuat menghadapi jaringan ritel besar.

Upaya ini penting karena kebangkitan ekonomi desa harus dimulai dari penguatan fondasi usaha masyarakat itu sendiri. “Koperasi Desa Merah Putih hadir membangkitkan ekonomi desa yang kini lesu. Koperasi desa membawa harapan baru agar negara dan pemerintah hadir sehingga ekonomi desa menjadi kekuatan ekonomi baru,” ucapnya kala itu.

Pilihan Editor: Mengapa Pemerintah Mengimpor Pikap India untuk Koperasi Desa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *