Kata Kemenkeu soal Moody’s Turunkan Peringkat Outlook Utang

Kementerian Keuangan menanggapi langkah Moody's yang pangkas outlook utang Indonesia jadi negatif

Kementerian Keuangan mengapresiasi asesmen lembaga pemeringkat utang internasional Moody’s yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada posisi Baa2, dengan penyesuaian outlook dari stabil menjadi negatif.

“Pemerintah terus melakukan transformasi ekonomi dan menghidupkan seluruh mesin pertumbuhan ekonomi,” demikian keterangan resmi Kementerian Keuangan, Kamis, 5 Februari 2025.

Moodys menurunkan rating outlook atau prediksi utang pemerintah Indonesia dari stabil menjadi negatif pada 5 Februari 2026. Meski demikian rating utang Indonesia di level Baa2 alias satu tingkat di atas batas investment grade atau layak investasi.

Berdasarkan keterangan resminya, Moodys menyatakan perubahan outlook ini didorong ketidakpastian kebijakan yang berisiko mengganggu efektivitas dan menandakan melemahnya tata kelola. Pada bagian pertimbangan, Moodys menyoroti soal defisit fiskal di tengah peningkatan belanja dan basis pendapatan yang masih lemah.

Tekanan bertambah imbas belanja perluasan program sosial, termasuk inisiatif Makanan Bergizi Gratis dan Perumahan Rakyat. Adapun program-program ini didanai melalui pemotongan belanja dan penyesuaian prioritas di berbagai kementerian, termasuk anggaran pemeliharaan infrastruktur.

“Ekspansi lebih lanjut dapat membebani kemampuan pemerintah untuk mengalihkan anggaran yang relatif kecil dibandingkan dengan ukuran ekonomi,” demikian dikutip dari pernyataan tertulis Moody’s, Kamis 5 Februari 2025.

Selain itu lembaga ini menyoroti pembentukan Danantara yang dianggap meningkatkan ketidakpastian pada pembiayaan, kebijakan dan prioritas investasi. Khususnya karena Danantara mengelola aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang melebihi US$ 900 miliar atau sekitar 60 persen dari nominal produk domestik bruto 2025.

Dalam pernyataan resminya, Kementerian Keuangan menyatakan pemerintah menjamin pengelolaan risiko fiskal yang terkendali dengan terus melakukan terobosan untuk mengatasi hambatan dunia usaha (debottlenecking). Selain itu, pemerintah bersama Bank Indonesia berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas harga dan nilai tukar serta stabilitas pasar keuangan.

Di satu sisi, pemerintah meyakini indikasi perbaikan ekonomi telah terlihat sejak Semester II 2025 dengan berbagai indikator yang membaik. Semakin dikonfirmasi dengan kinerja pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025 sebesar 5,39 persen yang melebihi ekspektasi pasar.

Pemerintah optimis pertumbuhan ekonomi akan terus membaik dengan komitmen pengelolaan ekonomi yang makin baik. Ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan investasi yang meningkat di berbagai sektor sebagai indikator makin kuatnya kepercayaan investor terhadap Indonesia.

Sinergi fiskal dan Danantara akan dioptimalkan. Dengan komitmen tersebut, Pemerintah optimistis dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Pilihan Editorial: Apa Dampaknya Jika Defisit APBN Melonjak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *