Debut yang dinanti-nantikan oleh publik sepak bola, khususnya para penggemar Ajax Amsterdam dan pendukung Timnas Indonesia, akhirnya terjadi. Maarten Paes, kiper naturalisasi Indonesia, melakoni penampilan perdananya bersama raksasa Eredivisie tersebut dalam laga kontra NEC. Namun, momen bersejarah ini tidak hanya diwarnai oleh performa solid Paes, melainkan juga gejolak emosi dari kubu lawan, tepatnya kemarahan pelatih NEC, Dick Schreuder.
Pertarungan sengit antara Ajax Amsterdam dan NEC tersaji di pekan ke-24 Liga Belanda musim 2025-2026. Berlangsung di kandang Ajax, Johan Cruijff Arena, pada Sabtu (21/2/2026) dini hari WIB, kedua tim harus puas berbagi poin setelah bermain imbang 1-1. Ajax sempat memimpin lebih dulu melalui gol Mika Godts di menit ke-39, keunggulan yang bertahan hingga turun minum. Namun, pada menit ke-57 babak kedua, gawang yang dikawal Maarten Paes akhirnya bobol oleh Darko Nejasmic melalui skema sepak pojok, menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Di balik hasil imbang tersebut, tersimpan insiden yang memicu kemarahan pelatih NEC, Dick Schreuder. Kemarahan Schreuder tidak ditujukan kepada wasit atau tim lawan, melainkan kepada pemainnya sendiri, Youssef El Kachati. Ia geram karena El Kachati terlalu lama tergeletak di lapangan setelah mengalami cedera, padahal timnya saat itu tengah berburu gol kemenangan. “Itu lebih berkaitan dengan situasi yang terjadi sebelumnya, di mana kami harus melakukan pergantian pemain dan seseorang tergeletak cukup lama,” ungkap Schreuder, seperti yang dikutip dari Voetbal International. “Saya pikir dia seharusnya segera bangun untuk membantu. Terlepas dari hal tersebut, saya rasa kami bisa menang di sini,” tambahnya, menyiratkan kekecewaan mendalam atas insiden tersebut.
Terlepas dari drama di pinggir lapangan, Maarten Paes sendiri menunjukkan performa yang cukup menjanjikan dalam debutnya. Ia berhasil menjaga gawangnya tetap perawan selama 56 menit sebelum akhirnya kebobolan. Total, kiper berpostur 191 sentimeter itu sukses mencatatkan tujuh penyelamatan krusial sepanjang laga. Maarten Paes Debut Solid di Ajax, Clean-Sheet 56 Menit sebelum Dijebol Gol sambil Rebahan.
Meskipun demikian, Paes tidak menampik adanya beberapa kesalahan kecil, terutama saat berpartisipasi dalam membangun serangan dari lini belakang. “Ya, secara pribadi, semuanya berjalan cukup baik bagi saya,” tutur Paes. “Saya memang melakukan beberapa kesalahan kecil dalam mengontrol bola. Namun, dengan pengalaman dan perjalanan yang telah saya lalui, saya berusaha untuk tetap tenang sebisa mungkin. Itu terjadi meskipun saya benar-benar langsung dihadapkan pada situasi sulit,” imbuh kiper Timnas Indonesia itu, menunjukkan kematangan mentalnya.
Kedatangan Paes di Ajax pada bursa transfer Januari 2026 menjadi berkah tersendiri bagi klub berjuluk De Joden. Ia dikontrak selama 3,5 tahun, atau hingga Juni 2029. Musibah Kiper Ajax jadi Berkah untuk Maarten Paes. Transfer ini juga menandai kepulangan Paes ke tanah kelahirannya di Belanda, setelah empat tahun berkarier di Amerika Serikat bersama Dallas FC. Bagi Paes, bergabung dengan raksasa Amsterdam bukanlah sekadar langkah karier, melainkan impian masa kecil yang akhirnya menjadi kenyataan. “Mungkin klise kalau Ajax adalah impian masa kecil dan saya tidur mengenakan piyama Ajax, tapi itu benar,” kata Paes dengan antusias. “Sungguh fantastis bisa menjadi bagian dari klub ini,” pungkasnya, menggambarkan betapa berartinya momen ini baginya.
Ringkasan
Kiper naturalisasi Indonesia, Maarten Paes, telah melakoni debutnya bersama Ajax Amsterdam dalam pertandingan imbang 1-1 melawan NEC di pekan ke-24 Liga Belanda. Ajax sempat unggul melalui gol Mika Godts, namun NEC berhasil menyamakan kedudukan setelah 56 menit Paes menjaga gawangnya dari kebobolan. Di balik hasil tersebut, pelatih NEC, Dick Schreuder, meluapkan kemarahannya kepada pemainnya, Youssef El Kachati, yang dianggap terlalu lama tergeletak di lapangan saat timnya berupaya mencetak gol kemenangan.
Secara pribadi, Paes menunjukkan performa menjanjikan dengan mencatatkan tujuh penyelamatan krusial, meski mengakui adanya beberapa kesalahan kecil dalam membangun serangan. Kiper berusia 25 tahun itu dikontrak Ajax selama 3,5 tahun pada bursa transfer Januari 2026, menandai kepulangannya ke Belanda setelah empat tahun berkarier di Amerika Serikat. Bagi Paes, bergabung dengan raksasa Amsterdam ini merupakan impian masa kecil yang akhirnya menjadi kenyataan.