
Inapos Direktur kepelatihan bulu tangkis ganda Malaysia, Rexy Mainaky, memberi komentar setelah timnya meraih juara umum di Indonesia Masters 2026.
Malaysia mencetak sejarah dengan menyabet gelar juara umum di Indonesia Masters 2026.
Bagaimana tidak, negeri Jiran mendominasi gelar di tiga sektor ganda.
Di sektor ganda putri, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan tak perlu berkeringat untuk memenangi hadiah sebesar 33.250 dolar Amerika.
Arisa Igarashi/Miyu Takahashi yang menjadi lawan Tan/Thinaah di final memutuskan mundur.
Miyu dikabarkan dalam kondisi tidak fit sehingga tidak bisa melaksanakan pertandingan.
Gelar juara juga didapat ganda campuran Malaysia, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei.
Juara dunia bulu tangkis 2025 itu mengalahkan pasangan Denmark, Mathias Christiansen/Alexandra Boje.
Sekaligus menjadi kekalahan kedua di final secara beruntun bagi Christiansen/Boje.
Raymond/Joaquin Akui Hal Ini usai Raih Runner Up di Final Indonesia Masters 2026
Sebelumnya, mereka juga keok di final India Open 2026 di tangan wakil Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran.
Sementara itu, satu gelar lainnya didapat pasangan ganda putra independen Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin.
Goh/Izzuddin mengalahkan wakil tuan rumah, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.
Meski menyandang status juara umum, Rexy Mainaky memilih berkomentar dingin dengan prestasi tersebut.
Menurutnya, masih ada beberapa faktor yang perlu ditingkatkan dari pebulu tangkis Malaysia.
Terutama bagi dua pasangan binaan BAM yang disiapkan tampil di All England Open 2026.
“Tan/Thinaah perlahan menemukan momentum mereka dan rotasi mereka telah meningkat,” kata Rexy dikutip Juara.net dari New Straits Times.
“Mereka masih membangun kondisi fisik mereka untuk All England. Ini adalah fokus utama,” ucapnya menambahkan.
Selain Tan/Thinaah, Rexy juga menilai Chen/Toh masih perlu mematangkan kembali permainan mereka.
Juarai Indonesia Masters 2026, Duo Ganda Campuran Malaysia Bilang Begini
Fisik menjadi fokus utama BAM supaya Malaysia kembali mendulang prestasi di turnamen berikutnya.
“Tang Jie/Ee Wei juga tidak terlalu solid di babak-babak awal, tetapi mereka mulai terlihat lebih baik di perempat final dan kembali menemukan performa terbaik di semifinal.”
“Di final, mereka sedikit ragu-ragu.”
“Kita harus menjaga momentum, fokus pada aspek fisik, dan terus bekerja keras mulai dari sini,” pungkasnya.
All England menjadi tujuan utama Malaysia setelah terakhir kali meraih gelar pada 2021 lewat Lee Zii Jia.
Dua tahun lalu, Aaron Chia/Soh Wooi Yik sempat mengharumkan nama Malaysia dengan menembus partai puncak.
Sayangnya, pasangan yang kini ditangani Herry Iman Pierngadi (Herry IP) itu menyerah dari ganda Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.