Legenda Thailand kutuk insiden pitch invasion Bobotoh: Suporter Indonesia kini lebih brutal dari insiden SEA Games 1997

Pelatih Ratchaburi FC, Worrawoot Srimaka mengaku teringat insiden brutal saat masih menjadi pemain Timnas Thailand usai laga di markas Persib Bandung

Inapos Pelatih Ratchaburi FC, Worrawoot Srimaka mengaku teringat insiden brutal saat masih menjadi pemain Timnas Thailand usai laga di markas Persib Bandung.

Duel leg kedua Persib vs Ratchaburi FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Rabu (18/2/2026) harus berakhir antiklimaks bagi tim tuan rumah.

Tim tuan rumah harus tersingkir meski menang tipis 1-0 pada leg kedua. Persib tersisih gara-gara kalah agregat 1-3 dalam dua pertemuan.

Kecewa timnya tersisih dari babak 16 besar dan keputusan wasit yang kurang adil, ratusan Bobotoh pun menyerbu lapangan.

Sejumlah pemain Ratchaburi dan wasit pun berlarian menyelamatkan diri ke ruang ganti usai ratusan Bobotoh menyerbu lapangan.

Menurut jurnalis asal Thailand, Voy yang ikut meliput ke Stadion GBLA mengaku bahwa sang pelatih paham dengan situasi mencekam seperti ini.

Dirinya langsung meminta seluruh tim untuk menyelamatkan diri usai laga selesai.

“Coach Yong” Worrawoot Srimakha, pelatih Ratchaburi FC, tampaknya mengendalikan situasi dan tahu apa yang harus dilakukan dalam peristiwa yang tidak biasa ini,” ujar Voy dalam ceritanya ke akun Thai League.

Meski Tersingkir di Babak 16 Besar ACL 2, Persib Bandung Tetap Diguyur Hadiah Uang Fantastis dari AFC

“Kami harus pergi dengan cepat. Mengapa harus tinggal? Prioritaskan keselamatan kami terlebih dahulu; yang lainnya bisa menunggu,” ungkap Worrawoot Srimaka dikutip dari akun Thai League.

Keputusan sang pelatih pun diambil karena teringat trauma dirinya saat masih jadi pemain Timnas Thailand kala tampil di Jakarta pada ajang SEA Games 1997.

Dirinya bercerita bahwa suporter Timnas Indonesia mengamuk usai tim kesayangannya kalah dari Thailand via adu penalti.

“Saya pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya, di Stadion Senayan, ketika stadion terbakar setelah Thailand mengalahkan Indonesia,” ujar Worrawoot Srimaka.

“100.000 penggemar membakar stadion.”

“Gambar itu masih terukir dalam ingatan saya,” imbuhnya.

Tepat pada pukul 10 malam, rombongan tim Ratchaburi FC langsung bertolak menuju Jakarta dengan kawalan ketat pihak keamanan.

Rombongan sampai pada pukul 2 dini hari di Jakarta dan terbang ke Thailand.

Meski Tersingkir di Babak 16 Besar ACL 2, Persib Bandung Tetap Diguyur Hadiah Uang Fantastis dari AFC

Tentu ini adalah peristiwa bersejarah lain yang tidak diinginkan siapapun.

Mantan striker tajam Timnas Thailand pun mengaku bahwa suporter Indonesia tetap sama brutalnya.

Bahkan dirinya mengaku bahwa tindakan suporter Indonesia saat ini jauh lebih brutal dari insiden yang dialaminya pada SEA Games 1997. 

“Kebrutalan penggemar sepak bola Indonesia tetap sama, tidak berubah,” ujar Worrawoot Srimaka.

“Dan bahkan mungkin lebih brutal dari sebelumnya,” imbuhnya.

Persib Bandung berpotensi harus menerima sanksi berat dari AFC usai tersingkir dari ACL 2.

Sebelumnya, mereka juga sudah pernah didenda ratusan juta rupiah gara-gara insiden yang sama kala menjamu Selangor FC.

Dalam sanksi yang berbeda, AFC bahkan meminta penutupan sebagian tribune Stadion GBLA gara-gara ulah Bobotoh saat Persib bertanding di ACL 2.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *