
Inapos Pelatih Cong An Ha Noi, Mano Polking buka suara setelah timnya dihukum kekalahan 0-3 dari Tampines Rovers dalam leg pertama babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2) setelah memainkan dua pemain ilegal.

Mano Polking tak bisa menyembunyikan kekecewaan saat timnya asal Vietnam, Cong An Ha Noi (CAHN) dihukum kalan 0-3 dari hasil sebelumnya menang 4-0 lawan Tampines Rovers.
Alasannya CAHN memainkan dua pemain ilegal yakni Stefan Mauk dan China pada saat lawan Tampines Rovers, padahal seharusnya kedua pemain tersebut menjali sanksi akumulasi kartu kuning.
“AFC mengkonfirmasi kemenangan 4-0 CAHN atas Tampines Rovers telah dibatalkan,” tulis ESPN.
“Tampines sekarang diberikan kemenangan 3-0 menjelang leg kedua.”
Hasil Piala Cabaran Malaysia 2026 – Yohanes Kandaimu Bawa Kelantan Kalahkan Tim Gelandang Pinjaman Persis untuk ke Semifinal
Mano Polking sendiri mengakui kesalahan timnya, CAHN yang tidak mengecek eligibilitas pemainya.
Namun di satu sisi, eks pelatih timnas Thailand itu menyayangkan hal semacam ini tidak ditegur saat bersama bersama match commisioner.
Hal-hal semacam ini bisa merusak keindahan pertandingan karena hasil tidak ditentukan di atas lapangan.
Oleh karena itu, Mano Polking pun berharap AFC punya komunikasi lebih bagus ke depan karena kasus semacam ini sudah terjadi dua kali di kompetisi yang sama.
“Saya memang selalu agak bertele-tele dalam beberapa hal, tetapi kami tidak akan mengalihkan tanggung jawab di sini,” kata Polking.
“Pertanyaan saya di sini adalah, ‘bukankah demi kepentingan semua orang jika hal-hal seperti ini tidak terjadi?’ Hal ini terjadi tahun lalu di kompetisi yang sama. Dan ini terjadi lagi.”
“Apa yang terjadi sehari sebelum pertandingan — ada meeting sebelumnya, match commisioner hadir. Saya melihat laporannya. Pemain eligible, semuanya — Stefan Mauk, China — semuanya bisa main. Pemain non-eligible Tidak ada.”
Man United Disarankan Rekrut Bintang Chelsea sebagai Penerus Bruno Fernandes
“Tapi, tentu saja, dalam huruf kecil di bawah [cetakan kecil yang mungkin ada di laporan dari AFC]: ‘silakan periksa sendiri, kami tidak bertanggung jawab…'”
“Jika semua orang tahu, katakan apa yang Anda ketahui. Saya tahu kami telah diberitahu [tentang penangguhan sebelumnya]. Kita seharusnya berbuat lebih baik. Ini kesalahan kita. Saya tidak akan mengalihkan tanggung jawab itu.”
“Tapi saya percaya, demi kebaikan permainan, kita harus menghindari hal-hal seperti ini. Ini benar-benar mengubah pertandinhgan, [ini] bisa mengubah seluruh tahun edisi ACL 2,” tambahnya.
Dengan kekalahan 0-3 ini, CAHN merugi karena seharusnya mengantongi keunggulan 4-0 pada leg pertama.
Namun Mano Polking tak akan menjadikannya alasan, ia mau timnya tetap fight pada leg kedua.
“Ini belum berakhir. Kami akan berjuang,” kata Polking.
“Tetapi bukankah demi kepentingan semua orang bahwa sehari sebelumnya, beberapa orang dari AFC atau dari mana pun, jika Anda tahu mereka dilarang bermain, jika wasit tahu mereka dilarang bermain ketika [ia melihat mereka karena ia harus] memeriksa di ruang ganti… itu tetap kesalahan kami, tetapi bukankah ada satu orang yang mengatakan ‘tunggu, tahan dulu, orang-orang ini tidak bisa bermain’?”
Sandy Walsh Main 5 Laga, Buriram United Resmi Lolos ke 16 Besar AFC Champions League Elite
“Ini pelajaran besar bagi kami. Kesalahan besar, tetapi saya tidak menyukainya dan, jujur saja, saya juga tidak akan menyukainya jika saya berada di pihak lain, hanya demi keindahan permainan yang seharusnya dihindari.”
“Dan dapat dihindari dengan komunikasi yang lebih baik antara institusi dan klub,” tambahnya.
Pada ACL 2 musim lalu, Lion City Sailors juga mendapat keuntungan dari kasus serupa.
Pada leg pertama babak perempat final, Sanfrecce Hiroshima seharusnya menang 6-1 atas Lion City Sailors.
Namun AFC menganulir hasil pertandingan tersebut dan beralih memberikan kemenangan 3-0 untuk Lion City Sailors.
Penyebabnya, Sanfrecce Hiroshima menurunkan pemain ilegal saat laga melawan Lion City Sailors.
Pemain yang dimaksud adalah Velere Germain, striker asal Prancis anyar milik Sanfrecce Hiroshima.
Valere Germain diketahui sedang menjalani sanksi 3 laga yang dijatuhkan oleh AFC pada Februari 2024 lalu.