
MANCHESTER United menunjukkan tanda-tanda kebangkitan sejak ditangani Michael Carrick. Dalam lima pertandingan pertama sebagai pelatih interim, Carrick belum terkalahkan meski sudah menghadapi lawan-lawan berat seperti Mikel Arteta dan Pep Guardiola.
Dalam dua pekan terakhir, Man United mencatat kemenangan 2–0 atas Manchester City serta kemenangan dramatis 3–2 atas Arsenal di Emirates Stadium. Gol penentu Matheus Cunha pada menit ke-87 membungkam publik tuan rumah sekaligus menegaskan perubahan telah terjadi di klub yang bermarkas di Old Trafford.
Hasil tersebut jauh berbeda dengan periode 14 bulan di bawah Ruben Amorim, yang diwarnai pendekatan taktik yang kaku dan minim fleksibilitas. Seusai musim terburuk United di Premier League berakhir Mei lalu, Amorim sempat menjanjikan kebangkitan dengan mengatakan, “The good times are coming.” Kini, optimisme itu justru muncul di era Carrick.
Meski demikian, posisi Carrick belum sepenuhnya aman. Ole Gunnar Solskjaer, yang pernah menjadi interim, baru mendapat kontrak permanen setelah memenangi 14 dari 19 laga awal. Manajemen United diperkirakan tidak akan terburu-buru mengambil keputusan serupa terhadap mantan gelandang Setan Merah tersebut.
Seperti dikutip dari Sport Illustrated, salah satu perubahan paling menonjol di bawah Carrick adalah peran Bruno Fernandes. Kapten United itu kembali diberi kebebasan beroperasi di area penalti lawan, bukan dipaksa turun terlalu dalam seperti pada era Amorim. Carrick memasangkan Bruno dengan Bryan Mbeumo sebagai false nine ganda saat menghadapi City dan Arsenal.
Pendekatan ini membuat Bruno lebih dekat ke kotak penalti lawan dan membuat fase akhir serangan Manchester United jadi lebih berbahaya. Saat melawan Arsenal, pemain Portugal itu mencatat satu assist, menciptakan dua peluang, dan melepaskan tiga tembakan. Pergerakannya di antara lini kerap membuat bek Arsenal ragu mengambil keputusan.
Di derby Manchester, posisi Bruno membantu United menekan Rodri di lini tengah. Sementara di Emirates, kecerdasannya membaca ruang berkontribusi besar dalam proses gol Patrick Dorgu yang membawa Manchester United berbalik unggul.
Carrick juga berhasil menghidupkan kembali apa yang sering disebut sebagai “DNA United”. Artinya, MU hadir sebagai tim yang bermain berani dan progresif menyerang. Ia tidak menawarkan revolusi taktik, tetapi memberi kejelasan peran dan kepercayaan kepada pemain.
Kembalinya Kobbie Mainoo ke tim utama turut meningkatkan kualitas di lini tengah. Gelandang muda itu memberi United kemampuan untuk keluar dari tekanan dan menguasai permainan. Mainoo juga terlibat dalam proses gol kemenangan Cunha di kandang Arsenal.
Perubahan lainnya terlihat pada performa Patrick Dorgu. Bek kiri asal Denmark itu sempat kesulitan sepanjang musim lalu, namun kini tampil menonjol setelah Carrick mengubah sistem menjadi empat bek dan mempercayainya sebagai starter. Dorgu mencetak gol saat melawan Manchester City dan kembali mencatatkan namanya di papan skor kontra Arsenal.
Dorgu menjalankan peran penting menjaga keseimbangan sisi kiri bersama Luke Shaw. Ia naik-turun membantu pertahanan sekaligus memberi lebar serangan. Carrick menegaskan pentingnya peran pemain berusia muda itu. “Dia adalah pemain besar bagi kami. Dia memang mencetak dua gol, tapi dari sisi ancaman dan kualitas, dia luar biasa di sisi lapangan bersama Luke Shaw melawan dua tim yang banyak memberi ujian,” kata Carrick seusai kemenangan atas Arsenal, seperti dikutip dari laman resmi klub.
Menurut Carrick, performa Dorgu mencerminkan perubahan suasana di dalam tim. Kepercayaan diri sang pemain terlihat saat ia berkolaborasi dengan Bruno sebelum melepaskan tembakan yang mengejutkan David Raya dan bersarang di bawah mistar.
Sejumlah pemain yang sebelumnya kurang maksimal justru langsung memberi dampak di era Carrick. Cunha menjadi penentu kemenangan atas Arsenal setelah lebih dulu mencatat assist dari bangku cadangan di Derby Manchester. Bryan Mbeumo juga konsisten mencetak gol dalam dua laga beruntun.
Awal kepemimpinan Carrick memberi harapan baru bagi pendukung United. Dengan pendekatan yang lebih sederhana, arah permainan yang jelas, dan fokus pada potensi pemain, Manchester United perlahan menemukan bentuk terbaik permainannya.
Pilihan Editor: Raymond-Joaquin: Asa Baru Ganda Putra Badminton Indonesia