
JAKARTA, KOMPAS.com – Setelah kepergiannya pada Jumat (15/8/2025) akibat penyakit kanker payudara yang diderita, kebaikan hati mendiang komedian dan presenter Mpok Alpa kini mulai terungkap satu per satu ke hadapan publik. Salah satu kisah yang paling menyentuh dan kini menjadi viral di media sosial adalah tentang keputusannya untuk tidak menutup akses jalan bagi warga saat membangun rumahnya. Kisah inspiratif ini datang dari kesaksian seorang pedagang cimol yang tak lain adalah tetangga dekat mendiang.
Aji Darmaji, suami mendiang Mpok Alpa, kemudian berbagi cerita mengenai latar belakang keputusan mulia mereka untuk memberikan akses jalan bagi warga. Menurut Aji, tanah yang mereka beli kala itu sebenarnya meliputi seluruh area, termasuk bagian yang kerap dijadikan jalan umum. “Ketika kita beli tanah ini, itu kan semuanya, sampai ke jalanan, punya kita,” jelas Aji, seperti dikutip dari Intens Investigasi pada Senin (18/8/2025). Ia menambahkan, “Kita juga enggak mau, kayak mau nutup jalanan, enggak,” menunjukkan niat tulus mereka sejak awal.
Baca juga: Kondisi Anak Kembar Mpok Alpa, Baru Berhenti Menangis Saat Ditempeli Baju Ibunya
Dalam semangat kebersamaan, Aji mengungkapkan bahwa ia segera mengadakan musyawarah dengan warga setempat, menyampaikan niat baik mereka untuk tidak menutup akses jalan. “Kita musyawarah, saya bilangin ‘bang, ini saya enggak bakalan nutup jalanan, saya kasih cukup muat untuk empat orang,'” terang Aji. Komitmen ini kemudian diwujudkan dalam bentuk wakaf. “Jadi kita wakafin buat jalanan, yang penting muat empat orang atau motor kendaraan,” tambahnya, menegaskan bahwa area tersebut diikhlaskan untuk kepentingan bersama.
Baca juga: Selalu Ceria, Mpok Alpa Pernah Menangis Usai Berulang Kali Ditipu Orang Terdekat
Baik Aji maupun Mpok Alpa memiliki harapan besar agar kebaikan yang mereka tebarkan ini menjadi sedekah jariyah yang terus mengalir pahalanya. “Mudah-mudahan jadi jariyah buat saya, buat mpok almarhumah,” ucap Aji penuh harap. Ia menjelaskan betapa besar nilai pahala dari wakaf jalan tersebut, “Karena dia (warga) mau shalat lewat situ, cari nafkah lewat situ, jadi jariyah kan sepanjang detik,” imbuhnya, menggambarkan bagaimana setiap langkah kaki yang melintasi jalan tersebut akan menjadi timbangan amal kebaikan bagi mereka berdua.
Kesaksian Mengharukan dari Pedagang Cimol
Kisah kemuliaan hati Mpok Alpa semakin diperkuat dengan penuturan Samin, seorang pedagang cimol dan cakue yang sehari-hari menggantungkan hidupnya dari akses jalan tersebut. Samin mengaku sempat dilanda kekhawatiran luar biasa saat mendengar kabar bahwa tanah yang biasa ia lalui untuk berjualan telah dibeli. “Jalan ini ditutup, tapi waktu belum dibeli Ibu Alpa,” ungkap Samin, menggambarkan situasi genting yang ia hadapi. “Pas (dengar) dibeli, kan saya bingung, di sini tutup, di sini dibeli, saya enggak ada akses jalan,” lanjutnya, menjelaskan kepanikannya saat itu.
Baca juga: Hubungi Irfan Hakim, Suami Mpok Alpa Menangis: A, Mpok Udah Enggak Ada
Namun, ketakutan Samin segera sirna begitu ia mengetahui bahwa Mpok Alpa lah yang membeli tanah tersebut. Lebih melegakan lagi, Mpok Alpa justru tetap membuka dan bahkan mewakafkan sebagian tanahnya untuk akses jalan bagi warga yang membutuhkan. “Alhamdulillah, Bu Alpa ngasih jalan ini, sampai sekarang (bisa digunakan),” tutur Samin dengan nada syukur, menegaskan bahwa kebaikan hati Mpok Alpa telah memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi banyak orang, termasuk dirinya, dalam mencari nafkah sehari-hari.
Ringkasan
Kebaikan mendiang Mpok Alpa terungkap setelah wafat, terutama keputusannya untuk tidak menutup akses jalan saat membangun rumahnya. Suaminya, Aji Darmaji, menjelaskan bahwa meskipun tanah yang mereka beli mencakup area jalan umum, mereka sengaja mewakafkan sebagian untuk akses warga. Hal ini dilakukan setelah bermusyawarah, memastikan jalan tetap terbuka dan cukup lebar untuk dilewati.
Mpok Alpa dan Aji berharap wakaf jalan ini menjadi sedekah jariyah yang pahalanya terus mengalir karena dimanfaatkan warga untuk beribadah dan mencari nafkah. Kesaksian seorang pedagang cimol bernama Samin menguatkan kebaikan ini, ia sangat terbantu karena akses jalan yang biasa dilaluinya untuk berjualan tetap terbuka berkat keputusan Mpok Alpa.