
JAKARTA – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyatakan keprihatinan mendalam sekaligus menyayangkan insiden dugaan korupsi yang menyeret sejumlah pejabat di kementeriannya. Peristiwa ini mencuat setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan.
“Saya menghormati sepenuhnya proses hukum yang sedang dijalankan oleh KPK dan mendukung segala langkah penindakan terhadap pelaku korupsi. Bagi saya pribadi dan seluruh keluarga besar Kementerian Ketenagakerjaan, kejadian ini merupakan pukulan yang sangat berat,” ujar Yassierli kepada awak media di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis, 21 Agustus 2025.
Yassierli menegaskan komitmennya untuk melakukan pembenahan internal sejak dilantik sekitar sepuluh bulan yang lalu. Fokus utamanya adalah peningkatan integritas, profesionalisme, serta perbaikan kualitas layanan publik di Kemenaker. Ia juga memastikan bahwa, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, tidak akan ada toleransi sedikit pun terhadap perilaku koruptif di lingkungan kementerian.
Sebagai langkah konkret pencegahan, Yassierli telah menginstruksikan seluruh pejabat dan jajaran di Kementerian Ketenagakerjaan untuk menandatangani pakta integritas. Pakta tersebut, imbuhnya, secara jelas menyatakan kesiapan setiap pejabat untuk dicopot dari jabatannya apabila terbukti terlibat dalam tindak pidana korupsi.
Sebelumnya, KPK telah melancarkan OTT yang berhasil menjaring Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer, yang akrab disapa Noel, bersama 19 individu lainnya di Kementerian Ketenagakerjaan. Wakil Ketua KPK, Fitroh Cahyanto, mengonfirmasi bahwa OTT ini terkait dengan dugaan praktik pemerasan terhadap sejumlah perusahaan dalam proses pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
“Ini adalah kasus pemerasan terhadap perusahaan-perusahaan terkait pengurusan sertifikasi K3,” jelas Fitroh melalui pesan singkat pada Kamis, 21 Agustus 2025.
Menurut keterangan seorang pejabat internal Kemenaker, operasi senyap oleh komisi antirasuah ini telah berlangsung sejak dini hari. Sejumlah ruang kerja Direktur Jenderal di lantai tujuh gedung Kemenaker kini telah disegel oleh tim KPK.
Pada siang hari, berdasarkan pantauan langsung oleh Tempo di lokasi, terlihat empat aparat kepolisian berjaga di pelataran lobi gedung Kemenaker. Selain itu, tiga unit mobil juga terparkir, dengan salah satunya berplat nomor polisi, menambah kesan tegang di sekitar area kementerian.
Pilihan Editor: Pentingnya KPK Memeriksa Bobby Nasution dalam Suap Proyek Jalan
Ringkasan
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Operasi ini menjaring Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer beserta 19 individu lain. Wakil Ketua KPK Fitroh Cahyanto mengonfirmasi bahwa OTT tersebut terkait dugaan pemerasan terhadap perusahaan dalam pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden ini dan menyebutnya sebagai pukulan berat bagi kementerian. Ia menghormati proses hukum KPK serta menegaskan komitmennya untuk pembenahan internal, peningkatan integritas, dan nol toleransi terhadap perilaku koruptif. Sebagai langkah konkret, Yassierli juga telah menginstruksikan seluruh pejabat Kemnaker untuk menandatangani pakta integritas.