Pemerintah dorong pengembangan pusat data di Batam

Pemerintah mendorong pengembangan pusat data di Batam sebagai salah satu lokasi yang diprioritaskan.

MENTERI Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani menilai bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk menarik arus investasi baru, terutama di sektor energi terbarukan dan ekonomi digital. Pemerintah, menurut dia, sedang mempersiapkan sejumlah langkah untuk memperkuat daya tarik tersebut, termasuk mendorong pengembangan pusat data di Batam, sebagai salah satu lokasi yang diprioritaskan.

“Mereka tahu bahwa ketika mereka berinvestasi, ini adalah komitmen jangka pangjang dan selalu ada risiko. Maka kepastian sangatlah penting,” kata Rosan dalam forum CNA Summit 2026, di The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place, Jakarta Selatan, Kamis, 5 Februari 2026.

Rosan menekankan bahwa selain penciptaan lapangan kerja, pembenahan iklim investasi menjadi agenda penting pemerintah. Penyederhanaan regulasi serta konsistensi dan kepastian kebijakan dinilai krusial untuk meningkatkan kepercayaan investor asing yang selama ini masih mencermati stabilitas kebijakan jangka panjang.

Rosan Roeslani turut menyinggung peran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara dalam mengonsolidasikan aset badan usaha milik negara. Danantara, yang diluncurkan pada Februari 2025, kata dia, kini mengelola aset sekitar US$ 900 miliar berdasarkan data IDN Financials per Januari 2026.

Ia menyatakan ketertarikan untuk memperluas kerja sama dengan lembaga investasi negara di kawasan Asia Tenggara, seperti Temasek dari Singapura dan Khazanah Nasional dari Malaysia. Bos Danantara ini menilai kolaborasi regional tidak hanya relevan dalam perdagangan, tetapi juga semakin penting dalam mendorong investasi lintas negara di kawasan ASEAN.

Menurut dia, negara-negara di Asia Tenggara memiliki kekuatan yang saling melengkapi dan masih menyimpan potensi besar yang belum sepenuhnya digarap bersama. Karena itu, pemerintah Indonesia terbuka untuk memperluas kemitraan investasi di tingkat regional.

Pilihan Editor: Konflik Kepentingan Danantara Masuk Bursa Efek

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *