Pilot asal Amerika Serikat tewas ditembak KKB Yahukimo, maskapai AMA setop operasional di Papua

Ringkasan Berita: Kantor dan Penerbangan Lumpuh Total: Tidak hanya penerbangan, seluruh aktivitas perkantoran PT AMA juga dihentikan total untuk menghormati mendiang pilot Nicholas. Nasib Operasional Ditentukan Sabtu Ini: Manajemen baru akan menggelar rapat pada Sabtu mendatang untuk memutuskan kapan maskapai akan kembali mengudara. Tragedi Paling Tragis dalam 67 Tahun: Insiden ini menjadi catatan kelam dan luka paling menyakitkan sepanjang...

Ringkasan Berita:

  • Kantor dan Penerbangan Lumpuh Total: Tidak hanya penerbangan, seluruh aktivitas perkantoran PT AMA juga dihentikan total untuk menghormati mendiang pilot Nicholas.
  • Nasib Operasional Ditentukan Sabtu Ini: Manajemen baru akan menggelar rapat pada Sabtu mendatang untuk memutuskan kapan maskapai akan kembali mengudara.
  • Tragedi Paling Tragis dalam 67 Tahun: Insiden ini menjadi catatan kelam dan luka paling menyakitkan sepanjang sejarah pelayanan AMA di Papua.

 

Inapos JAYAPURA – Kabar duka sekaligus mencekam kembali datang dari bumi Papua.

Maskapai Associated Mission Aviation (AMA) secara resmi menyatakan menghentikan sementara seluruh pelayanan penerbangan di tanah Papua.

Keputusan berat ini diambil menyusul aksi keji Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang membakar pesawat milik AMA dan menembak mati sang pilot yang merupakan warga negara Amerika Serikat, Nicholas Geosselin (Gosselin).

Insiden berdarah tersebut terjadi di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Kamis (3/7/2026) pagi lalu.

Direktur Utama PT AMA, Bob Kayadu, membenarkan bahwa saat ini seluruh keluarga besar maskapai tengah diselimuti duka yang teramat mendalam.

“Iya benar, seluruh aktivitas penerbangan kami hentikan sementara karena masih dalam keadaan berduka atas meninggalnya pilot kami Nicholas Gosselin,” ujar Bob Kayadu saat dihubungi Kompas.com, Senin (6/7/2026) malam.

Bob Kayadu tak mampu menyembunyikan rasa sedihnya. Ia menyebutkan bahwa aksi kekerasan kali ini benar-benar memukul hati seluruh kru dan manajemen.

Bagaimana tidak, AMA tercatat sudah puluhan tahun mendedikasikan pelayanannya untuk membuka keterisolasian di pedalaman Papua.

“Selama 67 tahun 4 bulan melayani di Papua, pembakaran pesawat dan penembakan pilot ini adalah yang paling tragis sehingga kami merasa luka yang begitu dalam,” ungkap Bob dengan nada getir.

Ia pun menambahkan bahwa pihak maskapai saat ini memilih untuk fokus menenangkan diri pasca-trauma hebat tersebut.

“Kami membutuhkan waktu untuk mengobati hati kami yang luka,” jelasnya.

Di tengah kedukaan yang mendalam, Bob hanya bisa berserah diri dan berharap ada mukjizat agar para pelaku aksi tidak manusiawi tersebut diberikan kesadaran.

“Kami berdoa agar mereka yang melakukan itu disadarkan oleh Tuhan dan bertobat. Itu harapan kami,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, situasi keamanan di Kabupaten Yahukimo sempat mencekam setelah KKB melakukan aksi brutal dengan membakar pesawat jenis Pilatus milik AMA dan menembak pilot Nicholas Geosselin hingga gugur saat bertugas.

Uskup Kecam Tindakan TPNPB

Uskup Jayapura, Mgr Yanuarius Theofilus Matopai You, mengecam keras tindakan keji oleh TPNPB-OPM terhadap pilot asal Amerika itu. 

Ia menilai penembakan Nicholas serta pembakaran pesawat di Yahukimo sebagai tindakan yang sama sekali tidak berperikemanusiaan.

“AMA itu salah apa? Pesawat dan pelayanan AMA apa dosanya? Sehingga harus dibalas dengan kejahatan seperti ini. Ini seperti air susu dibalas dengan air tuba,” ujar Uskup Yanuarius di hanggar AMA Sentani, Jumat malam.

Uskup Yanuarius mengungkap kesedihan mendalam lantaran ini merupakan kali pertama peristiwa penembakan pilot menimpa maskapai AMA.

Ia menegaskan, AMA hadir di Tanah Papua murni karena misi kemanusiaan dan pewartaan Injil, bukan untuk kepentingan politik praktis.

Pesawat Cessna milik AMA, kata Uskup, adalah urat nadi transportasi masyarakat di pedalaman Papua untuk mengakses pendidikan, ekonomi, hingga pelayanan kesehatan.

“Pesawat ini sungguh berjasa bagi manusia di pedalaman. Mereka bisa diantar keluar mengenal dunia, mengetahui perkembangan luar, bagi pembangunan dan peradaban manusia Papua,” tuturnya. (*)

Berita ini dioptimasi dari kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *