Rupiah Jisdor menguat 0,11% ke Rp 16.781 per dolar AS pada Rabu (11/2/2026)

Inapos - JAKARTA. Rupiah di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) ada di level Rp 16.781 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Rabu (11/2/2026), menguat 0,11% dari sehari sebelumnya yang ada di level Rp 16.799 per dolar AS. Pergerakan rupiah di Jisdor BI sejalan dengan rupiah spot. Di pasar spot, rupiah ditutup pada level Rp 16.786 per dolar Amerika Serikat (AS), menguat 0,15% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp...

Inapos –  JAKARTA. Kinerja positif kembali ditunjukkan oleh mata uang domestik, di mana kurs rupiah yang tercatat dalam Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) berada pada level Rp 16.781 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Rabu (11/2/2026). Angka ini menunjukkan penguatan sebesar 0,11% dibandingkan posisi sehari sebelumnya yang berada di level Rp 16.799 per dolar AS.

Pergerakan rupiah di Jisdor BI ini mencerminkan tren yang sejalan dengan performa rupiah di pasar spot. Pada penutupan pasar spot, nilai tukar rupiah terpantau menguat ke level Rp 16.786 per dolar Amerika Serikat (AS). Ini merupakan apresiasi sebesar 0,15% dari penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 16.811 per dolar AS, menandai momentum penguatan yang berkelanjutan bagi mata uang garuda.

Secara regional, mayoritas mata uang di Asia juga menunjukkan penguatan signifikan terhadap dolar AS pada sore hari ini. Yen Jepang memimpin dengan catatan penguatan terbesar, mencapai 0,84%. Diikuti oleh won Korea yang terapresiasi 0,41%, dolar Taiwan menguat 0,40%, dan peso Filipina yang turut menguat 0,40%. Sementara itu, dolar Singapura mencatat penguatan 0,17%, rupiah Indonesia sebesar 0,15%, dolar Hong Kong 0,03%, serta yuan China yang menguat tipis 0,02% terhadap dolar AS.

Rupiah Spot Menguat 0,15% ke Rp 16.786 per Dolar AS pada Rabu (11/2/2026)

Namun, tren penguatan tidak merata di seluruh kawasan. Ringgit Malaysia dan rupee India menjadi dua mata uang yang justru melemah terhadap dolar AS, masing-masing dengan penurunan 0,05% dan 0,10%. Ini menunjukkan dinamika pasar valuta asing yang beragam di tengah pergerakan dolar AS.

Kondisi ini didukung oleh pelemahan indeks dolar global yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap keranjang mata uang utama dunia. Indeks dolar tercatat pada 96,61, menurun dari posisi sehari sebelumnya yang berada di 96,79. Penurunan indeks ini memberikan konteks global terhadap mengapa banyak mata uang Asia mampu menguat terhadap greenback.

Ringkasan

Kurs rupiah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) menguat 0,11% menjadi Rp 16.781 per dolar AS pada Rabu (11/2/2026), dari posisi sebelumnya Rp 16.799. Penguatan ini sejalan dengan kinerja di pasar spot, di mana rupiah terapresiasi 0,15% ke level Rp 16.786 per dolar AS. Hal ini menandai tren penguatan berkelanjutan bagi mata uang domestik.

Secara regional, mayoritas mata uang Asia lainnya juga menunjukkan penguatan signifikan terhadap dolar AS, kecuali Ringgit Malaysia dan Rupee India yang melemah. Kondisi pasar ini didukung oleh pelemahan indeks dolar global yang tercatat menurun ke 96,61. Penurunan indeks dolar memberikan konteks mengapa banyak mata uang Asia mampu menguat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *