Sektor Saham: Pendongkrak & Pemberat IHSG Minggu Ini

IHSG melemah 0,50% pekan ini, dipengaruhi sektor industri naik 4,68% dan transportasi 3,85%, sementara infrastruktur turun 1,79% dan energi 1,04%.

Inapos – JAKARTA — Performa indeks sektoral saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan dinamika yang beragam sepanjang pekan 19 Agustus 2025 hingga 22 Agustus 2025. Sektor industri dan transportasi mencatatkan penguatan yang signifikan, sementara sektor infrastruktur dan energi justru mengalami penurunan.

Menurut data dari BEI, sektor industri berhasil mencatatkan kenaikan tertinggi, yaitu sebesar 4,68% selama sepekan. Sektor transportasi dan logistik juga menunjukkan performa positif dengan peningkatan sebesar 3,85% dibandingkan dengan pekan sebelumnya.

Sektor properti dan real estat turut merasakan dampak positif dengan penguatan sebesar 2,81%. Hal ini sejalan dengan kebijakan Bank Indonesia (BI) yang kembali menurunkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5% pada bulan Agustus 2025.

Baca Juga: Saham WIRG Meroket 77,60% Sebulan

Selain itu, sektor konsumer non-siklikal mengalami kenaikan sebesar 2,61%, diikuti oleh sektor kesehatan dengan pertumbuhan 1,32%. Sektor teknologi juga mencatatkan pertumbuhan yang moderat, yaitu sebesar 1,39%.

Di sisi lain, sektor infrastruktur mengalami kontraksi sebesar 1,79%, menjadikannya sebagai faktor penekan terbesar terhadap kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan lalu. Sektor energi juga turut membebani indeks komposit dengan koreksi sebesar 1,04%.

Baca Juga: Cek Saham ULTJ yang Diborong Sabana Prawirawidjaja hingga Agustus 2025

Secara keseluruhan, IHSG mencatatkan pelemahan sebesar 0,50% selama sepekan dan ditutup pada level 7.858,85, turun dari posisi sebelumnya di 7.898,37. Rata-rata nilai transaksi harian juga mengalami penurunan menjadi Rp17,92 triliun. Akibatnya, kapitalisasi pasar BEI menyusut 0,81% secara mingguan menjadi Rp14.131 triliun.

Menjelang perdagangan pekan depan, Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan, memperkirakan bahwa IHSG berpotensi menguji level support di antara 7.800 hingga 7.850.

Baca Juga: Aksi Net Buy Investor Asing di BEI Sepekan Menyusut jadi Rp2,73 Triliun, IHSG Masuk Zona Merah

Secara teknikal, Valdy menjelaskan bahwa terdapat penyempitan slope garis MACD dan garis sinyal yang berpotensi membentuk death cross. Indikator Stochastic RSI juga masih mengindikasikan pelemahan, yang disertai dengan peningkatan volume penjualan.

“Meskipun demikian, IHSG masih mampu bertahan di atas level support 7.850, sehingga diperkirakan indeks komposit akan menguji level 7.800 jika terjadi breakdown dari level 7.850,” ujar Valdy dalam publikasi risetnya pada hari Sabtu (23/8/2025).

Adapun saham-saham pilihan dari Phintraco Sekuritas untuk pekan depan meliputi PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL), PT Astra Otoparts Tbk. (AUTO), PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA), PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS).

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Ringkasan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,50% menjadi 7.858,85 pada pekan 19-22 Agustus 2025, dengan kapitalisasi pasar BEI menyusut 0,81%. Beberapa sektor saham menunjukkan performa positif sebagai pendongkrak indeks. Sektor industri mencatat kenaikan tertinggi 4,68%, diikuti transportasi dan logistik sebesar 3,85%. Sektor properti juga menguat 2,81%, didukung penurunan suku bunga acuan BI.

Sebaliknya, sektor infrastruktur menjadi penekan terbesar dengan kontraksi 1,79% pada periode yang sama. Sektor energi turut membebani indeks komposit dengan koreksi 1,04%. Dinamika ini mencerminkan beragamnya pergerakan indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *