SKK Migas: Proyek gas Masela groundbreaking tahun ini

SKK Migas menyatakan proyek gas Abadi di Blok Masela telah mengantongi izin dampak lingkungan.

SATUAN Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) proyek LNG Abadi di Blok Masela telah rampung. Proyek migas yang dikelola Inpex Masela Ltd. ini ditargetkan bisa memasuki tahap groundbreaking pada Maret 2026.

“Untuk Inpex, insyaallah besok akan diserahkan amdal dari Pak Menteri Lingkungan kepada SKK Migas. Itu nanti bisa berproduksi insyaallah di 2030 atau lebih cepat. Investasinya hampir US$ 21 miliar, Ini mudah-mudahan bisa groundbreaking juga sebelum Lebaran,” kata Kepala SKK Migas Djoko Siswanto dalam rapat dengar pendapat di Komisi XII DPR, Rabu, 11 Februari 2026.

Dengan keluarnya dokumen Amdal tersebut, kata Djoko, proyek dapat masuk ke tahap awal pembangunan fisik. Ia mengatakan lapangan Gas Abadi diproyeksikan memiliki kapasitas produksi 1.600 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), termasuk alokasi gas pipa sebesar 150 MMSCFD, serta menghasilkan sekitar 35 ribu barel kondensat per hari.

Sebelumnya, pemerintah telah meresmikan dimulainya tahapan desain teknis atau Front-End Engineering Design (FEED) untuk proyek ini pada Agustus 2025. .

Blok Masela dikelola oleh INPEX Masela Ltd., perusahaan migas asal Jepang. Untuk tahap FEED, INPEX menunjuk PT Adhi Karya (Persero) Tbk sebagai kontraktor utama yang akan bekerja sama dengan KBR dan Samsung Engineering & Construction. Penetapan tersebut diumumkan melalui Letter of Award pada 4 Agustus 2025.

Secara keseluruhan, proyek ini ditargetkan mampu memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun, 150 MMSCFD gas pipa, serta sekitar 35 ribu barel kondensat per hari. Fasilitas LNG daratnya juga akan dilengkapi teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) guna menekan emisi karbon, sejalan dengan target penurunan emisi nasional.

Menurut Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung, proyek Masela diharapkan memberi dampak luas bagi ketahanan energi dan perekonomian. “Proyek ini harus membuka lapangan kerja, memberdayakan pengusaha daerah, dan memastikan partisipasi masyarakat sekitar bukan hanya formalitas, melainkan nyata,” kata dia.

Nilai investasi proyek ini tercatat sekitar US$ 20,94 miliar. Pada tahap pengembangan, proyek diperkirakan menyerap lebih dari 12.600 tenaga kerja, sementara pada masa operasi akan melibatkan sekitar 850 pekerja. Pemerintah menargetkan Lapangan Gas Abadi mulai berproduksi pada 2029, dengan operasional penuh pada kuartal IV tahun tersebut.

Blok Masela sendiri berada di Laut Arafura dengan luas wilayah sekitar 4.291 kilometer persegi, sekitar 800 kilometer timur Kupang, Nusa Tenggara Timur, dan 400 kilometer utara Darwin, Australia. Kedalaman laut di wilayah ini berkisar antara 300 hingga 1.000 meter.

Kontrak kerja sama Blok Masela telah ditandatangani sejak 16 November 1998. Meski semula berakhir pada 2028, kontraktor memperoleh tambahan waktu tujuh tahun serta perpanjangan 20 tahun, sehingga kontrak berlaku hingga 15 November 2055.

Pilihan Editor: Apa Hambatan Produksi Minyak 2026

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *