Sudah bergabung selama 5 bulan, kok bisa Timnas U-17 Indonesia dibantai China 7-0

Pelatih timnas U-17 Indonesia, Nova Arianto, terheran-heran dengan permainan anak-anak asuhnya.

Timnas U-17 Indonesia menelan kekalahan telak yang memilukan dari China U-17 dengan skor akhir 0-7. Laga uji coba internasional ini berlangsung di Indomilk Arena, Kelapa Dua, Tangerang, pada Minggu (9/2/2026), menyisakan pertanyaan besar mengenai kesiapan skuad Garuda Asia.

Hasil mengejutkan ini sontak menimbulkan kebingungan. Bagaimana mungkin tim yang telah berkumpul dan menjalani persiapan intensif selama lima bulan bisa dibantai oleh tim tamu? Pelatih Timnas U-17 Indonesia, Nova Arianto, secara terang-terangan mengungkapkan rasa herannya terhadap penampilan anak asuhnya yang jauh di bawah ekspektasi.

Padahal, seperti yang dijelaskan Nova Arianto, para pemain telah dipersatukan sejak September 2025. Mereka bahkan tergabung dalam skuad Garuda United yang berkompetisi di Elite Pro Academy (EPA) U-20. Dengan kurun waktu persiapan selama lima bulan dan pengalaman bermain bersama di EPA, seharusnya kekompakan dan chemistry tim sudah terbangun dengan solid. Namun, kohesivitas yang diharapkan itu sama sekali tidak tercermin dalam pertandingan melawan China U-17.

Kata Nova Arianto Usai Timnas U-17 Indonesia Dibantai China 7-0

“Secara chemistry seharusnya mereka sudah terbangun ya karena sudah bekerja selama lima bulan dan tampil di EPA,” ujar Nova Arianto kepada awak media, termasuk BolaSport.com, sembari menyoroti kurangnya keselarasan tim.

Lebih lanjut, Nova Arianto menganalisis bahwa terdapat perbedaan intensitas yang sangat mencolok antara pertandingan di EPA dan laga internasional melawan China U-17. Para pemain Timnas U-17 Indonesia merasakan tekanan yang jauh berbeda, sebuah situasi yang belum bisa mereka atasi dengan baik. Oleh karena itu, pengalaman ini menjadi pelajaran berharga bagi mereka untuk memahami dan belajar bagaimana keluar dari situasi pressing ketat yang diterapkan tim lawan.

“Itu yang menjadi evaluasi kami ke depan. Harapannya pemain lebih banyak belajar dari pertandingan ini. Karena ini pertandingan internasional pertama mereka,” tegas Nova Arianto, menekankan pentingnya introspeksi pasca-kekalahan tersebut.

Meskipun hasilnya pahit, Nova Arianto mengakui secara jujur bahwa level permainan Timnas U-17 Indonesia masih jauh di bawah China U-17. Untuk meningkatkan kualitas dan daya saing tim di kancah internasional, ia berharap PSSI dapat memfasilitasi lebih banyak laga uji coba internasional. Hal ini krusial untuk membiasakan para pemain dengan atmosfer dan intensitas pertandingan di level yang lebih tinggi.

“Saya bilang ke PSSI bahwa pemain-pemain ini membutuhkan uji coba internasional karena pasti berbeda secara intensitasnya. Kalau bicara tim sebelumnya, mereka sudah 17 kali uji coba,” jelas Nova, membandingkan dengan persiapan tim terdahulu. “Kalau saya bicara masalah level, memang kami masih jauh untuk bersaing di Asia. Tapi kami masih ada waktu, hampir 1-2 bulan,” tambahnya, menunjukkan bahwa masih ada jendela waktu untuk perbaikan.

Di masa transisi ini, Nova Arianto berharap siapa pun pelatih Timnas U-17 Indonesia selanjutnya dapat melakukan observasi mendalam dari pertandingan hari ini untuk mengidentifikasi semua kekurangan tim. “Dan itu yang akan kami coba evaluasi, kami perbaiki dan kami lihat nanti di event AFF bagaimana perkembangan mereka setelah pertandingan hari ini,” pungkasnya, mengarahkan pandangan ke turnamen mendatang.

Skuad Timnas U-17 Indonesia dijadwalkan akan berkompetisi di Piala AFF U-17 2026 yang akan digelar pada 11-23 April 2026 di Indonesia. Setelah itu, mereka akan melanjutkan perjuangan di Piala Asia U-17 2027 yang akan berlangsung pada 7-24 Mei 2026 di Arab Saudi.

Ringkasan

Timnas U-17 Indonesia mengalami kekalahan telak 0-7 dari China U-17 dalam laga uji coba internasional pada 9 Februari 2026. Hasil ini menimbulkan pertanyaan besar, mengingat tim telah menjalani persiapan intensif selama lima bulan dan berkompetisi di Elite Pro Academy U-20. Pelatih Nova Arianto mengungkapkan keheranannya terhadap kurangnya kekompakan dan chemistry tim yang seharusnya sudah terbentuk.

Nova Arianto menganalisis bahwa intensitas pertandingan internasional jauh berbeda dari EPA, membuat pemain kesulitan menghadapi tekanan lawan. Ia mengakui level Timnas U-17 masih jauh di bawah China U-17 dan berharap PSSI dapat memfasilitasi lebih banyak uji coba internasional. Kekalahan ini menjadi evaluasi penting sebagai persiapan tim menuju Piala AFF U-17 2026 dan Piala Asia U-17 2027.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *