Tiga gunung api aktif di wilayah timur Indonesia secara serentak menunjukkan peningkatan aktivitas pada hari ini, Senin, 18 Agustus 2025. Fenomena ini menarik perhatian publik dan otoritas terkait terhadap potensi bahaya vulkanik di beberapa titik.
Di Nusa Tenggara Timur (NTT), Gunung Ile Lewotolok, yang menjulang setinggi 1.423 meter di atas permukaan laut (mdpl) di utara Pulau Lembata, mengalami erupsi pada pukul 09.01 WITA atau 08.01 WIB. Letusan tersebut memuntahkan kolom abu vulkanik yang menjulang setinggi 800 meter di atas puncak kawahnya. Data dari rekaman seismograf menunjukkan amplitudo maksimum letusan ini mencapai 5 milimeter dengan durasi 48 detik. Status Gunung Ile Lewotolok saat ini ditetapkan Siaga (Level III), dan Badan Geologi mengimbau masyarakat untuk menjauhi area dalam radius tiga kilometer dari pusat kawah demi keselamatan.
Tak kalah aktif, Gunung Ibu di Halmahera, Maluku Utara, juga mengalami letusan pada pukul 12.59 WIT atau 10.59 WIB. Letusan tersebut menghasilkan hembusan abu vulkanik setinggi 500 meter yang terbawa angin ke arah barat. Tercatat pada seismograf, erupsi ini memiliki amplitudo maksimum 28 milimeter dengan durasi 39,82 detik, menandakan aktivitas vulkanik yang signifikan.
Sementara itu, situasi di Flores Timur, NTT, tak kalah tegang dengan serangkaian letusan dari Gunung Lewotobi Laki-Laki. Sejak dini hari Senin, gunung api setinggi 1.584 mdpl ini tercatat telah mengalami tujuh kali erupsi, menunjukkan peningkatan aktivitas yang sangat intens. Letusan pertama terjadi tak lama setelah pergantian hari, tepatnya pada pukul 00.38 WITA, dengan tinggi kolom abu mencapai 8 kilometer. Aktivitas vulkanik berlanjut pada pukul 02.21 WITA, dan kemudian pada 07.23 WITA, di mana lontaran abu vulkanik pada dini hari ini bisa mencapai ketinggian 3,5 kilometer.
Rangkaian letusan ini berlanjut pada pagi hari. Pada pukul 08.14 WITA, Gunung Lewotobi Laki-Laki kembali meletus, meskipun visual letusan tidak teramati secara langsung. Namun, rekaman seismograf mengindikasikan erupsi tersebut memiliki amplitudo maksimum 29,6 milimeter dengan durasi 179 detik. Kolom abu vulkanik setinggi 4 kilometer baru terlihat jelas ketika gunung api ini erupsi lagi pada pukul 08.34 WITA, terekam dengan amplitudo 47,3 milimeter dan durasi 185 detik, menunjukkan kekuatan letusan yang meningkat.
Letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki kemudian berlanjut pada pukul 08.57 WITA, dengan kekuatan yang cenderung lebih lemah dibandingkan letusan sebelumnya. Meskipun demikian, muntahan abu vulkaniknya masih mencapai ketinggian 3,5 kilometer dengan durasi 155 detik. Letusan terbaru yang tercatat, hingga laporan resmi ini diterbitkan, terjadi pada pukul 09.11 WITA, dengan tinggi kolom abu mencapai 4.000 meter di atas puncak kawah. Badan Geologi masih menetapkan status Awas untuk Gunung Lewotobi Laki-Laki, menandakan tingkat bahaya yang sangat tinggi.
Pilihan Editor: Para Korban Proyek Strategis Nasional Menggugat UU Cipta Kerja
Ringkasan
Pada Senin, 18 Agustus 2025, tiga gunung api aktif di Indonesia Timur, yaitu Gunung Ile Lewotolok, Gunung Ibu, dan Gunung Lewotobi Laki-Laki, menunjukkan peningkatan aktivitas erupsi. Gunung Ile Lewotolok di NTT meletus pukul 09.01 WITA dengan kolom abu 800 meter dan kini berstatus Siaga (Level III). Sementara itu, Gunung Ibu di Maluku Utara juga erupsi pada 12.59 WIT, menghasilkan hembusan abu setinggi 500 meter.
Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, NTT, tercatat mengalami tujuh kali erupsi sejak dini hari Senin, dengan letusan pertama pada 00.38 WITA memuntahkan kolom abu 8 kilometer. Serangkaian letusan ini menunjukkan aktivitas vulkanik yang intens, dan gunung tersebut saat ini ditetapkan berstatus Awas. Status Awas menandakan tingkat bahaya yang sangat tinggi bagi area di sekitarnya.